Industri Pengolahan Dorong Ekspor Kalteng, Kontribusi 25,77 Persen di 2025

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

– Sektor industri pengolahan menjadi salah satu penopang penting kinerja perdagangan luar negeri Provinsi (Kalteng) sepanjang 2025. Nilai ekspor dari sektor ini tercatat mencapai 912,47 juta dolar AS, atau berkontribusi 25,77 persen terhadap total ekspor daerah.

Capaian tersebut disampaikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalteng berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik. Sepanjang Januari-Desember 2025, total nilai ekspor Kalteng tercatat sebesar 3.540,24 juta dolar AS.

Kepala Disperindag Provinsi Kalteng, Norhani, mengatakan kinerja sektor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, nilai ekspor hasil industri pengolahan meningkat sebesar 226,74 juta dolar AS atau tumbuh 33,07 persen,” ujar Norhani di , Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, peningkatan tersebut turut memperkuat posisi neraca perdagangan luar negeri Kalteng yang sepanjang Januari-Desember 2025 mencatatkan surplus sebesar 3.502,54 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, total aktivitas perdagangan Kalteng selama 2025, baik ekspor maupun impor, tercatat mencapai 3.577,94 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, nilai impor berada pada angka 37,70 juta dolar AS, jauh di bawah nilai ekspor.

Norhani menjelaskan, komoditas dari sektor industri pengolahan yang diekspor antara lain minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu, serta produk kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.

Selain industri pengolahan, surplus perdagangan luar negeri Kalteng juga ditopang oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam lainnya seperti batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirkonium, niobium, tantalum, kayu lapis, serta lignit.

“Komoditas unggulan ekspor Kalteng pada periode tersebut antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirkonium, niobium, tantalum, kayu lapis, serta lignit,” katanya.

Adapun negara tujuan utama ekspor selama Januari-Desember 2025 meliputi Jepang, India, dan Tiongkok.

Sementara itu, komoditas impor Kalteng pada periode yang sama didominasi oleh aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, berbagai jenis mesin, serta mesin motor tempel. Negara asal impor utama berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.

(Sya'ban)

baca juga ...  BI Kalteng Luncurkan Program Wakaf Uang, Dorong Ekonomi Syariah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!