Sebulan Tak Terangkut, Sampah di PPM Sampit Menggunung dan Cemari Aktivitas Pengunjung

IST/BERITASAMPIT - Kondisi sampah menumpuk di kawasan PPM Sampit.

SAMPIT – Persoalan sampah di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Timur (Kotim) ternyata bukan kejadian baru. Pengunjung dan pedagang mengeluhkan tumpukan sampah yang disebut sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir dan kerap dibiarkan menumpuk sebelum akhirnya diangkut.

Menurut pengunjung, kondisi ini terus berulang dan semakin parah karena pengangkutan dinilai lambat. Sampah yang tidak segera diambil menyebabkan bau menyengat menyebar ke berbagai area PPM, termasuk jalur parkir dan akses keluar-masuk pengunjung.

“Ini bukan baru hari ini, sudah sebulan lebih begini. Sampah sering menumpuk dan lama diambil. Baunya ke mana-mana, bikin orang tidak nyaman belanja,” keluh seorang pengunjung Lalo, Jumat 6 Februari 2026.

Tumpukan sampah bahkan dilaporkan mulai meluber hingga ke area lahan parkir. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas kendaraan dan mempersempit ruang parkir pengunjung, bahkan pedagang mengeluarkan uang pribadi untuk mengupah orang merapikan sampah tersebut agar tidak berhamburan.

“Bagaimana nasib sampah ini? Banyak yang sudah terbuang lahan parkir. Saya sampai mengupah orang sendiri untuk merapikan sampah-sampah ini kalau tidak sudah tertutup parkiran ini,” ujar seorang pedagang dengan nada kesal.

Pedagang mengaku terpaksa mengeluarkan biaya tambahan demi menjaga area sekitar lapak tetap bersih. Mereka menilai hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola, bukan dibebankan kepada pedagang kecil.

Pengunjung menilai lambatnya penanganan sampah mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan di pusat perbelanjaan. Padahal, PPM merupakan salah satu ikon aktivitas ekonomi masyarakat Sampit.

Masyarakat berharap pengelolaan sampah di PPM bisa dibenahi secara serius, baik dengan jadwal pengangkutan yang lebih rutin maupun kejelasan tanggung jawab antara pengelola dan instansi terkait, agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap bulan. (Nardi)

baca juga ...  Diserang Buaya Saat Subuh, Lansia di Bagendang Selamat dari Maut dengan Luka Parah di Tangan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!