PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 mengalami kenaikan sebesar 1,23 persen dibandingkan Januari 2026. Dengan kenaikan tersebut, NTP Kalteng tercatat berada di angka 136,33.
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, mengatakan peningkatan NTP tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani meningkat lebih besar dibandingkan pengeluaran yang mereka keluarkan.
“Nilai Tukar Petani pada Februari 2026 naik 1,23 persen dibandingkan Januari 2026 sehingga mencapai 136,33. Hal ini menunjukkan kondisi kesejahteraan petani secara umum mengalami perbaikan,” ujarnya saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, Senin, 2 Maret 2026.
Agnes menjelaskan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).
Menurutnya, peningkatan terbesar terjadi pada subsektor hortikultura yang mengalami kenaikan hingga 4,09 persen.
“Subsektor hortikultura menjadi penyumbang kenaikan terbesar terhadap NTP, diikuti oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat dan tanaman pangan,” jelasnya.
Beberapa komoditas yang turut mendorong kenaikan NTP di Kalimantan Tengah antara lain karet, kelapa sawit, durian, serta gabah yang mengalami peningkatan harga pada Februari 2026.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang turut mengalami peningkatan. Pada Februari 2026, NTUP Kalimantan Tengah tercatat sebesar 142,37 atau naik 1,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Agnes menambahkan, kenaikan NTUP tersebut mengindikasikan bahwa usaha pertanian di Kalimantan Tengah masih menunjukkan kinerja yang positif, terutama didorong oleh membaiknya harga sejumlah komoditas pertanian di tingkat petani.
“Peningkatan NTUP menunjukkan bahwa usaha pertanian masih cukup menguntungkan bagi petani,” katanya.
Ia menilai, tren kenaikan NTP ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di Kalimantan Tengah, terutama menjelang periode panen dan meningkatnya permintaan komoditas pertanian.
“Dengan kenaikan NTP ini, diharapkan kesejahteraan petani dapat terus meningkat seiring dengan membaiknya harga komoditas pertanian di daerah,” pungkas Agnes.
(Sya'ban)












