PALANGKA RAYA – Sebanyak 16.255 paket bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk periode Februari-Maret 2026. Setiap paket bantuan berisi beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Penyaluran bantuan tersebut dirangkai dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Lapangan Sampuraga Lama, Minggu, 15 Maret 2026.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat.
“Kegiatan ini kita gelar sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Agustiar.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tetap memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi.
Selain penyaluran bantuan pangan presiden, pemerintah juga melaksanakan sejumlah program lain seperti Gerakan Pangan Murah, penyaluran Bantuan Langsung Tunai melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.
“Melalui kegiatan ini kami hadir untuk menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, termasuk pasar murah, bantuan pangan, hingga bantuan tunai melalui KHBS,” katanya.
Gerakan Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut juga disediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui deteksi dini.
Pada kesempatan yang sama, bantuan tunai Kartu Huma Betang Sejahtera turut disalurkan kepada masyarakat melalui Bank Kalteng.
Agustiar menjelaskan, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp5,4 triliun dari sebelumnya Rp10,2 triliun pada tahun 2025 akibat kebijakan efisiensi, pemerintah daerah tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Terutama melalui Kartu Huma Betang Sejahtera untuk memastikan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang kurang mampu dan berada di wilayah pedalaman, tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan program tersebut mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, dalam kegiatan pasar murah disediakan sebanyak 3.900 paket sembako yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.
Setiap paket memiliki nilai sekitar Rp147.500, namun disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp137.500 sehingga masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp10 ribu per paket.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga menyediakan 1.000 paket sayur dan buah serta 500 baki telur bagi masyarakat.
Adapun Bantuan Tunai Langsung (BLT) melalui program KHBS di Kabupaten Kotawaringin Barat awalnya direncanakan untuk 2.000 penerima manfaat. Namun setelah proses verifikasi, jumlah penerima yang memenuhi syarat tercatat sebanyak 1.146 orang.
(Sya'ban)












