Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior di Kalteng)
Sudah menjadi tradisi masyarakat muslim di Indonesia menjelang hari raya Idulfitri, dengan berbagai kesibukannya, terutama menyiapkan berbagai makanan dalam rangka merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Bicara masalah makanan jelang Idul Fitri tahun ini, pengamatan penulis cukup prihatin bagi masyarakat yang hidupnya pas-pasan, karena semua harga sembako, sayur mayur, ikan, dan lain-lainnya di pasar sudah pada naik.
Namun, berkat kearifan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran kesulitan membeli makanan jelang perayaan Idul Fitri, nampaknya warga masyarakat Kobar bisa sedikit terbantu.
Kenapa tidak, pada H-6 Idulfitri, tepatnya Minggu 15 Maret 2026, Gubernur H. Agustiar Sabran bersama rombongan atas nama Pemprov Kalteng, melalui Sekda Provinsi Kalteng menyerahkan berbagai bantuan pangan, khususnya bantuan dari Presiden dan Subsidi Pemprov Kalteng, dengan menyediakan sekitar 3.900 paket sembako, sekaligus penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (BLT KHBS), dan Gerakan Pangan Murah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Subsidi Pemprov Kalteng, satu paket isinya lumayan juga bagi Warga Penerima Manfaat (WPM), yang berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, serta 1 kilogram gula pasir dengan nilai sekitar Rp137.500, hanya dijual Rp10.000 per paket kepada WPM di Kabupaten Kobar.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, melalui Sekda Kalteng Leonard S. Apung, melaporkan jumlah paket bagi WPM se-Kalteng sekitar 205.140 paket, termasuk Kabupaten Kobar mendapat 16.225 paket.
Kegiatan yang digelar di Stadion Sampuraga Kota Pangkalan Bun, kata Leonard S.Ampung merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalteng dalam membantu masyarakat, selama bulan Ramadan 1447 H, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang saat ini dipasar mengalami kenaikan. Kita bersyukur dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat jelang Idul Fitri, juga untuk memperkuat daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi daerah,” paparnya.
Sekda Kalteng menjelaskan, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pangan Presiden untuk periode Februari dan Maret 2026 yang totalnya mencapai 205.140 paket bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.
Khusus untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, bantuan yang disalurkan sebanyak 16.255 paket. Setiap paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga menyiapkan sebanyak 3.900 paket dalam program pasar murah. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, serta 1 kilogram gula pasir dengan nilai paket sebesar Rp137.500.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan berbagai pihak, diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, BUMD Pangan, distributor, petani, peternak, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku usaha lainnya.
Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut disediakan berbagai kebutuhan pangan bagi masyarakat, seperti beras premium sebanyak 30 ton, bawang merah 750 kilogram, bawang putih 750 kilogram, gula pasir 1.500 kilogram, minyak goreng kemasan 1.500 liter, serta telur ayam ras sebanyak 750 tray.
Selain itu juga tersedia berbagai bahan pangan lainnya seperti aneka sayuran, cabai rawit, cabai merah besar, cabai hijau, ikan segar, produk frozen food, buah-buahan, serta berbagai produk UMKM lokal yang dapat dibeli masyarakat dengan harga terjangkau. (BERSAMBUNG).












