PALANGKA RAYA – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, tepatnya di eks Gedung KONI Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga kini belum dibuka secara resmi untuk masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng, Juni Gultom, yang menyebut fasilitas tersebut masih dalam tahap uji coba.
“RTH masih uji coba. Kemarin sempat ada korsleting, jadi harus diamankan dulu semuanya sebelum dibuka,” ujarnya di kompleks Istana Isen Mulang, Palangka Raya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, proses uji coba dilakukan setiap hari untuk memastikan seluruh fasilitas, terutama instalasi listrik dan pencahayaan, berfungsi optimal dan aman digunakan oleh masyarakat.
“Setiap hari kita tes, termasuk menyalakan lampu dan fasilitas lainnya, supaya semuanya benar-benar aman sebelum dibuka untuk publik,” jelasnya.
Meski belum diresmikan, ia mengakui masyarakat sudah mulai berdatangan ke kawasan tersebut, terutama untuk berfoto dan menikmati suasana.
“Ya pelan-pelan, sambil kita uji coba. Nanti kalau sudah final, baru kita buka secara resmi dengan peresmian oleh Bapak Gubernur,” katanya.
Terkait akses, ia menegaskan tidak ada larangan secara penuh bagi masyarakat, namun statusnya masih terbatas karena belum dibuka secara resmi.
“Sifatnya masih semi, belum sepenuhnya dibuka,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pengelolaan parkir, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menentukan skema pengelolaan yang akan diterapkan.
“Parkir masih kita bahas bersama Dishub, termasuk mekanisme pengelolaan dan penarikannya,” ujarnya.
Ia memastikan, secara umum pembangunan RTH tersebut telah rampung. Namun, masih terdapat sejumlah penyempurnaan, seperti perbaikan fasilitas dan penataan lanskap.
“Secara keseluruhan sudah selesai, hanya ada sedikit perbaikan seperti rumput dan penataan lainnya. Dalam waktu dekat akan kita resmikan,” katanya.
Juni menambahkan, peresmian RTH di eks Gedung KONI akan dilakukan terpisah dengan RTH di kawasan eks Kantor Disnakertrans.
“Berbeda, masing-masing akan diresmikan sendiri. Rencananya yang di eks KONI lebih dulu,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan RTH di eks Gedung KONI Kalteng telah rampung pada akhir 2025 dengan anggaran sekitar Rp43 miliar. Sementara itu, pembangunan RTH di eks Disnakertrans menelan anggaran sekitar Rp57 miliar.
(Sya'ban)












