SAMPIT – Kejelasan keikutsertaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah hingga kini masih belum terang. Situasi ini memicu keresahan di kalangan atlet, bahkan sebagian di antaranya mulai memilih bergabung dengan daerah lain.
Kondisi tersebut turut mendapat sorotan dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP). Mereka mendatangi Sekretariat KONI Kotim untuk meminta kepastian terkait nasib para atlet yang akan berlaga di Porprov.
Ketua Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM), Muhammad Ridho, mengungkapkan pihaknya menerima banyak keluhan dari atlet yang merasa bingung dengan kondisi saat ini.
“Kami menerima banyak keluhan dari atlet. Mereka mempertanyakan apakah masih akan bertanding atau tidak. Ini menyangkut masa depan mereka,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari berbagai OKP, di antaranya Sapma Pemuda Pancasila, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE, serta KPPM.
Ridho menilai, perpindahan atlet ke daerah lain menjadi tanda adanya persoalan serius dalam pembinaan olahraga di Kotim. Menurutnya, langkah tersebut diambil bukan karena kurangnya kecintaan terhadap daerah, melainkan demi mendapatkan kepastian karier.
“Ada atlet yang memilih pindah karena butuh kepastian. Ini bukan soal loyalitas, tapi soal masa depan mereka,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, Kotim berpotensi kehilangan atlet-atlet berbakat sekaligus peluang mempertahankan prestasi sebagai juara umum.
Dalam audiensi itu, OKP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada KONI Kotim, di antaranya kejelasan keikutsertaan Porprov, transparansi proses pendaftaran atlet, kepastian jadwal, serta langkah konkret agar atlet tidak berpindah ke daerah lain.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya keikutsertaan, tapi juga nama baik daerah. Jangan sampai Kotim justru dikenal gagal mengelola atletnya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kotawaringin Timur, Alexius Esliter, mengapresiasi kepedulian para pemuda terhadap dunia olahraga di daerah.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian teman-teman OKP terhadap nasib atlet di Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Ia mengakui, saat ini KONI menghadapi kendala cukup berat, terutama terkait belum pastinya dukungan anggaran yang berdampak pada persiapan Porprov.
“Kendala utama kami adalah belum adanya kepastian anggaran. Ini tentu berpengaruh terhadap kesiapan menghadapi Porprov,” ungkapnya.
Namun, Alexius memastikan proses pendaftaran atlet tetap berjalan melalui masing-masing cabang olahraga.
“Proses tetap berjalan. Ada atau tidak adanya anggaran, atlet melalui cabor tetap akan didaftarkan untuk mengikuti Porprov,” pungkasnya. (nardi)












