Bumitama Berdaya Sejahtera, Jejak Kemajuan

IST/BERITASAMPIT - Penyerahan peminjaman alat berat yang akan digunakan untuk proses perbaikan jalan.

SAMPIT – Hujan sering kali membawa cerita yang sama di Kalimantan, jalan tanah yang telah dipadatkan berubah kembali jadi lautan lumpur, kendaraan tak bisa lewat, anak-anak terpaksa bolos sekolah dan hasil bumi tak bisa disalurkan ke pasar.

Berbagai faktor, mulai dari alam hingga frekuensi lalu lintas kerap merusak lapisan jalanan sehingga menimbulkan permasalahan lainnya lagi. Tapi dari jalan yang rusak itu, muncul satu kisah baru. Ini kisah Bumitama Berdaya Sejahtera, dimana salah satu arahnya untuk memfasilitasi roda pembangunan .

Di Kalimantan Barat, Bumitama bersama pemerintah daerah membenahi jalan dan jembatan yang selama ini jadi ‘titik lemah' sekitar.

Dalam enam bulan pertama 2025, telah diperbaiki jalan sepanjang 133 km, 15 unit jembatan, dan pengerasan jalan dengan tanah laterit sejauh 21 km. Semua ini berdampak ke 19 di sekitar wilayah operasional perusahaan.

IST/BERITASAMPIT – Terlihat tiga unit dump truk milik PT Bumi Gunajaya Agro (BGA) Group saat melakukan proses loading buah segar menuju pabrik pengolahan.

Kemudian di , khususnya di kabupaten Timur (Kotim) dan Barat (Kobar). Bumitama telah mengalokasikan sebesar Rp 500 Juta di Kotim dan Rp 120 Juta di Kobar untuk perbaikan infrastruktur umum, melalui dukungan alat berat maupun pengerasan jalan, hal ini cukup untuk membuka peluang ekonomi dan mobilitas warga yang sebelumnya terhambat.

Yang menarik, transformasi itu tidak lahir dari pendekatan sepihak. Alih-alih membawa solusi instan dari balik meja kantor, Bumitama memulai langkahnya dengan mendengar. Setiap inisiatif pembangunan dimulai dari musyawarah , forum terbuka yang memberi ruang bagi suara masyarakat.

Perusahaan tidak bertindak sebagai penyedia jawaban, tetapi sebagai mitra yang siap bekerja bersama warga. Hal ini diakui langsung oleh Abdur Rasyid, Kepala Pantai Harapan di Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bumitama terasa sangat inklusif. Masyarakat tidak hanya dibantu, tapi juga dilibatkan. Dari beberapa jalan yang sedang diperbaiki, Bumitama juga memberikan bantuan alat berat.

baca juga ...  Pura-pura Pesan Kopi, Laki Paruh Baya Ini Malah Garap Dompet

“Ini yang membuat kami jadi tak merasa sendiri, BGA siap bantu bahkan sebelum kami ‘teriak' untuk kebutuhan ini,” ungkapnya, Kamis 21 Agustus 2025.

Prinsip keterlibatan aktif ini sejalan dengan komitmen Bumitama dalam menjalankan pendekatan ESG serta kepatuhan terhadap standar RSPO. Dalam kerangka ini, kehadiran masyarakat bukan sekadar pelengkap, melainkan pusat dari setiap proses.

Karena membangun bukan tentang seberapa besar nominal anggaran, tetapi seberapa dalam partisipasi warga, terutama peran para local champion yaitu tokoh-tokoh lokal yang menjadi penggerak perubahan.

Kisah nyata lainnya datang dari Sei Ubar Mandiri, Kepala Andreka Setiadi menceritakan bahwa wilayahnya telah menerima bantuan alat berat sebanyak empat kali, termasuk excavator dan grader, untuk membuka akses vital menuju .

“Bantuan ini terasa manfaatnya buat warga. Dulu jalan rusak bikin banyak kegiatan terhambat. Sekarang, urusan jadi lebih gampang, mulai dari usaha kecil-kecilan sampai kegiatan warga sehari-hari. Warga juga jadi makin semangat ngebangun bareng-bareng,” ujar Andreka.

Namun, pembangunan fisik hanyalah awal dari perubahan yang lebih besar. Seperti terlihat di Pelantaran, perbaikan infrastruktur yang dilakukan pada Januari 2025 sempat memberi harapan, namun kerusakan kembali terjadi karena faktor cuaca dan padatnya lalu lintas.

“Dua titik jalan rusak Januari lalu sudah diperbaiki. Bumitama melalui PT WNL selalu mendukung kemajuan masyarakat dan sudah sering membantu perbaikan jalan, namun karena hujan dan kendaraan bermuatan berat, jalan cepat rusak,” jelas seorang perwakilan .

Menjawab tantangan tersebut, Bumitama tidak berhenti pada solusi sementara. Memasuki semester kedua 2025, perusahaan mulai menyusun langkah yang lebih menyeluruh.

Fokusnya bukan hanya pada konektivitas fisik, melainkan juga pada peningkatan kesejahteraan ekonomi warga . Pendekatannya mencakup pemberdayaan local champion, pendampingan usaha produktif, hingga pengembangan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

baca juga ...  200 Pesepeda Ikuti Fun Bike Festival Komunitas se-Kotim

Dengan desain program jangka panjang, Bumitama menempatkan kebutuhan riil warga sebagai titik tolak dari setiap intervensi. Ini bukan sekadar proyek sosial, melainkan upaya membangun fondasi kemandirian.

Pada akhirnya, kisah ini menunjukkan suatu perusahaan kelapa sawit bisa memiliki peran signifikan dalam membangun , bukan lewat janji, tapi melalui aksi nyata.

Jalan-jalan yang dibangun tak sekadar terdiri dari batu dan aspal; mereka adalah jalur yang menghubungkan manusia, membuka akses terhadap peluang, dan menumbuhkan harapan yang dulu mungkin terasa jauh dari jangkauan. (Nardi/adv)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!