PALANGKA RAYA – Sebanyak 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berdiri di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng, baru-baru ini.
Edy menyebutkan, keberadaan SPPG tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyelaraskan program strategis dengan kebijakan nasional.
“Sepanjang tahun 2025, kami telah mampu menyelaraskan kebijakan dan program strategis daerah dengan Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis di Kalteng telah berjalan dengan dukungan puluhan unit layanan gizi yang tersebar di berbagai wilayah.
“Program Makan Bergizi Gratis telah terlaksana di Kalimantan Tengah didukung oleh 84 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif,” katanya.
Menurutnya, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan seiring tingginya antusiasme pelajar terhadap program tersebut.
“Angka ini terus ditingkatkan seiring dengan tingginya antusiasme para pelajar menerima program mulia dari Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.
Selain program MBG, Edy juga mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat telah mulai berjalan di sejumlah daerah di Kalteng.
“Saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan di empat wilayah, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ungkapnya.
Ia menilai, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahwa setiap anak Kalimantan Tengah berhak atas pendidikan yang setara dan bermartabat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












