PANGKALAN BUN – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperindagkopUKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mencatat untuk stok Gula Pasir minggu pertama di bulan April ini sebanyak 220,96 ton, dimana stok tersebut berada di tingkat distributor maupun Gudang Bulog.
“Jika kita lihat rekapitulasi stok bahan pokok untuk gula pasir pada distributor dan bulog minggu pertama bulan April ini gula sebanyak 220,96 ton , kami kira stok tersebut aman,” kata Sekretaris DisperindagkopUKM Kobar Muhammad Suhendra, Selasa 7 April 2026.
Menurut Suhendra untuk wilayah Kobar ada 10 distributor bahan pokok, dari distributor yang ada hanya 4 distributor yang masih memiliki stok Gula Pasir.
Keempat distributor tersebut yakni PT. Borneo Mitra Retailindo memilik stok gula pasir sebanyak 23.32 ton, Toko Sarana Hidup 70 ton , Toko Barokah Jaya 30 ton dan CV. Pinang Mas 33 ton, total stok gula pasir di tingkat distributor mencapai 156,32 ton.
“Sementara stok Gula Pasir di gudang bulog mencapai 64,64 ton , sehingga total stok gula pasir di Kobar hingga minggu pertama April mencapai 220,96 ton, stok tersebut aman dengan harapan beberapa hari ke depan ada lagi pasokan gula pasir masuk ke Kobar, ” ujarnya.
Suhendra juga menyampaikan untuk harga gula pasir di tingkat konsumen masih aman yakni Rp18.000/kg, dimana DisperindagkopUKM Kobar pun terus melakukan pemantauan harga bahan pokok. Jika terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga maka DisperindagkopUKM Kobar langsung melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait.
“Tujuan utama pemantauan harga bahan pokok adalah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar agar terjangkau oleh masyarakat, hal ini sangat penting untuk mengendalikan inflasi pangan, mencegah lonjakan harga yang meresahkan masyarakat serta menyediakan data akurat sebagai bahan dasar langkah kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya. (man)












