SAMPIT – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ramadhanyah, menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan Pulau Hanibung sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang baru.
Upaya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan visi dan misi Bupati yang telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ramadhanyah menjelaskan, tahap awal yang dilakukan saat ini adalah penataan dan pendataan kawasan Pulau Hanibung. Ia menyebut, program pengembangan itu sudah sejalan dengan arah kebijakan yang dirancang pemerintah daerah.
“Langkah awalnya tentu bagaimana Pulau Hanibung ini bisa diwujudkan sesuai visi misi kepala daerah yang sudah tertuang dalam RPJMD,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Ia mengungkapkan, kawasan seluas sekitar 262 hektare tersebut saat ini masih berstatus Area Penggunaan Lain (APL). Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan keberadaan masyarakat yang sejak lama memanfaatkan lahan di wilayah tersebut.
Menurutnya, walaupun tidak terdapat kepemilikan resmi, hak kelola masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun tetap menjadi perhatian dan tidak akan diabaikan.
“Kita tetap menghargai masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di sana. Tidak akan kita hilangkan begitu saja,” tegasnya.
Selain itu, pengembangan Pulau Hanibung juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Salah satu yang disiapkan adalah pengembangan budidaya lebah madu, yang dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas kebun rotan milik warga.
“Yang punya kebun rotan tetap bisa berkebun, nanti kita dorong tambahan usaha seperti ternak lebah supaya ada hasil lain,” jelasnya.
Di sisi lain, Disbudpar juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem, seperti menebang pohon, membakar lahan, maupun berburu satwa liar.
Ramadhanyah menambahkan, pengembangan Pulau Hanibung ditargetkan mulai bisa dinikmati dalam dua tahun ke depan sebagai destinasi wisata yang menawarkan ketenangan dan suasana alami.
“Ke depan akan ada penanaman pohon dan penataan kawasan. Harapannya, dalam dua tahun sudah bisa dikunjungi sebagai tempat wisata yang nyaman untuk relaksasi,” pungkasnya. (nardi)












