PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menetapkan kelompok perempuan sebagai prioritas utama dalam program edukasi literasi keuangan. Langkah ini diambil merespons tingginya angka perempuan yang menjadi korban pinjaman online (pinjol) ilegal yang mencapai 68 persen.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa pemahaman yang baik terhadap produk jasa keuangan merupakan kunci utama agar masyarakat tidak terjebak layanan ilegal yang merugikan.
“Oleh karena itu kami juga OJK memiliki fokus yang kelompok perempuan ini menjadi segmen prioritas kita untuk kita lakukan literasi dan edukasi,” ujar Primandanu, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke berbagai wilayah di Kalimantan Tengah untuk menjangkau segmen tersebut secara langsung.
“Kita baru balik kemarin dari wilayah barat di Sampit kita melakukan literasi edukasi keuangan kepada segmen perempuan mengundang ibu bhayangkari Persit UMKM dan lain sebagainya dan Minggu ini tim mungkin kita akan berangkat ke wilayah timur ke Barito itu juga kita lakukan literasi tentu dengan bersinergi dengan kembagjasa keuangan terkait,” jelasnya.
Selain materi dasar keuangan, OJK juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian beragam, termasuk praktik scamming yang mengatasnamakan lembaga resmi.
“Salah satu menu wajib literasi edukasi terkait dengan waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal ini termasuk juga yang lagi marak terkait dengan scam. Tapi dia lebih kepada penipuan di sektor keuangan jadi kayak semisalnya impersinifikasi, pura-pura jadi petugas pajak dan aph. Jadi modusnya mereka berpura-pura seperti itu berpura menjadi orang di lembaga resmi padahal dia tipu2,” pungkasnya.
(Syauqi)












