SAMPIT – Polemik gaji karyawan PT Surya Indah Baratama Jaya (Sibaja) yang belum dibayar menguak fakta baru. 14 hektare lahan tambang milik PT Bumi Makmur Waskita (BMW) yang digarap disebut belum ada pembebasan.
Salah seorang karyawan PT Sibaja yang meminta identitasnya disembunyikan menyebut bahwa lahan yang mereka garap selama ini sebanyak empat hektar dengan luas keseluruhan 14 hektare kerap bermasalah karena belum ada pembebasan.
“Total itu kalau tidak salah sebanyak 14 hektare yang kita kerjakan masih 4 hekrate,” ujarnya pada Rabu 15 April 2026
Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap dikejar oleh warga menggunakan senjata tajam jenis parang saat ingin bekerja. Alat yang digunakan kerap standby karena masalah lahan tersebut.
“Sudah dua kali saya mau diparang. Saya lari, bagaimana mau memenuhi target kalo lahannya bermasalah,” ungkapnya
Dirinya menyebut, dari total keseluruhan lahan yang dibebasoan hanya jalan. Ironisnya, PT Sibaja disebut turut bicara masalah pembebasan lahan dengan masyarakat.
“Seharusnya bukan urusan PT Sibaja kalau masalah pembebasan, pelebaran jalan itu Sibaja yang bicarakan sama warga,” jelasnya
Diakhir ia menambakan bahwa selama ini pihaknya ketika bekerja kerap dibekingi oleh dua orang oknum kopasus yang diduga masih berstatus aktif yang dipekerjakan oleh PT BMW. Hingga saat pertemuan klarifikasi di Disnakertrans Kotim oknum tersebut ikut mengawal.
“Kalo bekerja kita dikawal oleh mereka itu karena brimob yang ada mungkin kurang berani, pas klarifilasi kemarin di disnaker juga saya lihat ada orangnya,” pungkasnya.
(Utomo)












