Ngopi Bareng UMKM di Ikon Jelawat Jadi Upaya Pemkab Kotim Gairahkan Ekonomi Malam

IST/BERITASAMPIT - Ngopi bareng di ikon Jelawat menghadirkan musik lokal Sampit.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) terus berupaya menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan kegiatan santai bertajuk ngopi bareng bersama pelaku UMKM di kawasan Patung Jelawat setiap malam Minggu.

Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), program ini dirancang sebagai ruang berkumpul masyarakat sekaligus sarana promosi bagi pelaku usaha lokal.

Pelaksana Tugas Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar nongkrong, tetapi juga menjadi langkah memperkenalkan ikon daerah kepada masyarakat luas.

“Ini bagian dari upaya kita menghadirkan kegiatan baru, di mana masyarakat bisa berkumpul sambil menikmati produk UMKM, sekaligus mengenalkan ikon Jelawat,” ujar Muslih, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut kini memasuki pekan kedua pelaksanaan. Jika sebelumnya digelar di halaman swalayan UMKM, kini lokasi dipusatkan di kawasan Patung Jelawat yang akan dijadikan titik utama kegiatan ke depan.

“Sekarang kita pusatkan di Jelawat. Harapannya lokasi ini bisa jadi daya tarik baru sehingga masyarakat semakin ramai datang,” katanya.

Menurutnya, pada tahap awal jumlah UMKM yang dilibatkan masih terbatas. Hal ini dilakukan untuk melihat respons masyarakat sebelum kegiatan diperluas.

Selain itu, Muslih berharap adanya dukungan lintas organisasi perangkat daerah, terutama dari sektor pariwisata, karena konsep kegiatan juga menghadirkan seperti pertunjukan musik.

“Kami berharap ada dukungan, khususnya dari Dinas Pariwisata, karena ada live music yang bisa menambah daya tarik. Harapannya kegiatan ini bisa rutin setiap malam Minggu,” ungkapnya.

Ia optimistis, jika kegiatan ini terus berkembang dan diminati masyarakat, maka akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

“Kalau pengunjung ramai, otomatis penjualan meningkat. Ke depan, kalau sudah viral, kita akan libatkan lebih banyak UMKM,” ujarnya.

baca juga ...  Diduga Bandar, Pria Paruh Baya Ditangkap Saat Bawa Sabu di Baamang

Muslih menambahkan, selain membantu pelaku usaha, kegiatan tersebut juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah apabila berkembang menjadi agenda rutin masyarakat.

“Target awal tentu menggerakkan UMKM. Kalau nanti sudah jadi kebiasaan masyarakat setiap malam Minggu, tentu akan berdampak pada retribusi daerah,” tandasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!