PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam kondisi aman. Distribusi kepada masyarakat pun dipastikan berjalan lancar sesuai kebutuhan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, membantah isu kelangkaan yang beredar sebelum kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.
Edy juga menyampaikan hal tersebut pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kotim pada Senin, 20 April 2026. Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II, Akhyannoor, serta dihadiri Pjs. SBM Kalteng II Fuel Pertamina, Lucky Haryanto.
“Dalam rapat tersebut telah dipahami bersama bahwa tidak terdapat kelangkaan BBM. Stok riil di terminal dalam kondisi aman dan suplai ke SPBU berjalan berkesinambungan sesuai kebutuhan normal masyarakat,” jelas Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Berita Sampit, Kamis, 23 April 2026.
Edi menjelaskan bahwa antrean yang sempat terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bukan disebabkan oleh kelangkaan, melainkan adanya peningkatan volume penjualan, terutama pada produk Dexlite.
“Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan pada waktu tertentu, namun secara umum distribusi tetap berjalan lancar dan tidak terdapat kendala dalam penyaluran,” tambahnya.
Guna menjaga kelancaran ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pemangku kepentingan terkait. Hal ini termasuk memastikan kelompok pengguna dengan rekomendasi resmi, seperti pengguna XStar dari sektor pertanian dan perkebunan, terlayani optimal melalui pengaturan antrean yang lebih baik.
Di sisi lain, Pertamina mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan BBM non-subsidi secara bijak. Masyarakat juga diimbau aktif melaporkan indikasi penyimpangan melalui Pertamina Contact Center 135, aplikasi MyPertamina, atau situs resmi mypertamina.id.
(Syauqi)












