PALANGKA RAYA – Pergelaran sendratari Rubui Manawang yang berarti Pintu Kebahagiaan sukses digelar dan mendapat antusiasme dari masyarakat yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya tersebut menampilkan kolaborasi puluhan penari dari lima sanggar seni di Palangka Raya.
Melalui gerak tari, musik, dan dramatika panggung, para seniman berupaya memperkenalkan sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya leluhur Suku Dayak Ma'anyan yang merupakan bagian penting dari kekayaan budaya di Kalimantan Tengah.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae Desyanthy Binti mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mengembangkan seni, tradisi, serta kebudayaan daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Pergelaran seni seperti ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menambah wawasan tentang ragam kebudayaan yang ada di Kalimantan Tengah,” ucapnya, Jumat 24 April 2026.
Melalui kegiatan ini, ingin menjadikannya sebagai momentum untuk memperkaya pengetahuan masyarakat tentang budaya daerah.
“Pentas ini juga menjadi refleksi bagi generasi penerus, agar mereka tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga mampu membaca sejarah secara kritis,” tambahnya.
Sendratari Rubui Manawang menggambarkan ketangguhan jiwa leluhur yang mampu menembus ruang dan waktu, sebagai pesan yang diwariskan kepada generasi muda agar tekun mengenal serta menghargai sejarah dan budaya Suku Dayak.
“Selain itu, berharap kegiatan seni seperti ini mampu menggugah semangat para pengelola sanggar seni di daerah untuk terus berkarya dan berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya yang dimiliki,” lanjutnya.
Harapannya sendratari ini dapat menjadi sarana yang mendorong dinamika seni yang lebih bermakna.
“Pada akhirnya, seni budaya juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif yang menempatkan seni sebagai salah satu pilar utamanya,” ungkapnya. (yud)












