Bullying dan Kenakalan Remaja Meningkat di Era Digital, DPRD Minta Pembinaan Diperkuat

NARDI/BERITASAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah.

SAMPIT – Meningkatnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan kalangan remaja menjadi perhatian DPRD Kabupaten (Kotim). Kasus perundungan, penyalahgunaan narkoba hingga perilaku negatif yang berkembang di media sosial dinilai perlu mendapat penanganan serius melalui penguatan pembinaan generasi muda.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini membawa dampak besar terhadap pola pergaulan anak muda.

“Karena itu, pengawasan dan pendidikan karakter dinilai menjadi hal penting agar remaja tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif mulai dari keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar,” ujar Riskon, Senin 1 Juni 2026.

Menurutnya, berbagai kasus seperti bullying, kekerasan seksual hingga penyalahgunaan narkoba masih kerap ditemukan di kalangan remaja. Bahkan DPRD juga menerima laporan terkait aktivitas media sosial yang dinilai mulai mengarah pada perilaku menyimpang dan memengaruhi lingkungan pelajar.

Ia menilai peran orang tua menjadi benteng utama dalam menjaga anak-anak di tengah derasnya pengaruh media digital. Pengawasan yang lemah dikhawatirkan membuat remaja mudah terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan norma maupun agama.

“Pengawasan dari keluarga sangat penting. Anak-anak harus terus dibimbing supaya tidak salah pergaulan dan terpengaruh hal-hal negatif,” katanya.

Riskon menjelaskan pemerintah daerah melalui DP3AP2KB sudah memiliki sejumlah program pembinaan remaja, seperti kegiatan duta remaja dan bagi pelajar. Namun program tersebut dinilai masih perlu dukungan lebih maksimal agar manfaatnya semakin luas.

Ia berharap perhatian terhadap pembinaan generasi muda tetap menjadi prioritas meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, kegiatan positif untuk remaja harus terus digalakkan agar berbagai persoalan sosial dapat ditekan.

Selain itu, Riskon juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu mendukung kegiatan kepemudaan di Kotim.

“Kalau dunia usaha ikut membantu melalui program CSR, tentu kegiatan positif untuk remaja bisa lebih banyak dilaksanakan. Ini bisa menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran,” tandasnya.

Politisi Golkar ini berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat dan pihak swasta dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda di Kotim. (Nardi)



baca juga ...  DPRD Kotim Setujui Raperda Penyerahan Sarpras Perumahan dan Kawasan Permukiman
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!