SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan wacana akan menyerahkan pengelolaan stadion 29 Nopember kepada pihak ketiga sehingga pengelolaan lebih profesional dan berorientasi pada pengembangan olahraga.
“Ini kita benahi dulu, kemudian akan kita pihak ketigakan untuk dikelola, karena kalau dikelola oleh orang yang memang mencintai sepak bola, mereka akan lebih total mengurusnya. Mereka tidak berpikir mendapat apa, bahkan tenaga, pikiran, dan dananya bisa mereka curahkan untuk kemajuan olahraga,” jelas, Selasa 2 Juni 2026.
Pengelolaan melalui pihak ketiga tidak hanya dapat meningkatkan kualitas pemeliharaan stadion, tanpa biaya dari Pemkab, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan.
Bahkan ia mengungkapkan sudah ada pihak yang menyatakan minat untuk mengelola stadion kebanggan warga Kotim itu maupun fasilitas olahraga lainnya milik pemerintah daerah.
“Bahkan pelamar pertama sudah ada, begitu juga dengan gedung futsal indoor, sudah ada beberapa pihak yang mengajukan pengelolaan,” tegas Bupati Kotim dua periode ini.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas Stadion 29 Nopember secara bertahap. Walaupun terkendala efisiensi anggaran, pembenahan fasilitas olahraga tetap menjadi salah satu prioritas dan diupayakan stiap tahunnya.
“Lapangan ini setiap tahun akan kita tingkatkan dan perbaiki lagi. Mudah-mudahan setelah efisiensi anggaran, tetap bisa kita anggarkan untuk memperbaiki lapangan maupun tribun,” ujarnya.
Bahkan saat ini stadion 29 Nopember digunakan untuk turnamen sepak bola bergengsi yaitu HNR Cup 2 yang diikuti 64 tim dari tiga kabupaten yaitu Kotim, Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Tak hanya pembenahan, walau ditengah efisiensi ini, Pemkab Kotim juga merencanakan pembangunan gedung pertemuan multiguna. Fasilitas tersebut digadang akan mampu menampung masyarakat untuk acara berskala besar.
“Mulai dari pameran, resepsi, atau acara berskala besar lainnya, selama ini kita belum memiliki gedung besar yang representatif untuk berbagai kegiatan masyarakat,” imbuhnya.
Sehingga pembanguan direncakan bertahap, selain untuk pelayanan masyarakat, fasilitas tersebut juga bisa menjadi sumber PAD bagi Kotim. (Nardi)












