PALANGKA RAYA – Pengurus Wilayah (PW) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah (Kalteng) merespons kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang kini mencapai Rp 16.650 per liter dari sebelumnya Rp 12.600 per liter.
Ketua Umum PW SEMMI Kalteng, Afan Safrian, meminta Pertamina menjamin ketersediaan pasokan BBM di Kalimantan Tengah agar persoalan antrean panjang yang sempat terjadi pada Mei 2026 tidak kembali terulang.
Menurut Afan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar ketersediaan BBM di lapangan tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
“Jangan sampai permasalahan kelangkaan yang pernah terjadi sebelumnya terulang kembali. Dalam hal ini pihak Pertamina harus terbuka dan menjamin bahwa pasokan BBM jenis Pertalite benar-benar tercukupi di masyarakat,” tegasnya saat dihubungi Berita Sampit melalui WhatsApp, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong pergeseran konsumsi masyarakat ke Pertalite karena selisih harga yang cukup signifikan.
“Terkait dinamika yang ada, kita menilai pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite pasti akan terjadi. Ini merupakan respons pasar yang wajar akibat adanya kenaikan harga Pertamax,” ujarnya.
Afan juga meminta Pertamina tidak melakukan pengurangan kuota BBM secara sepihak karena berpotensi menyulitkan masyarakat memperoleh bahan bakar.
“Pertamina juga diharapkan tidak melakukan pengurangan kuota BBM secara sepihak karena tindakan tersebut hanya akan menimbulkan masalah baru dan menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan BBM,” katanya.
Selain itu, ia menilai transparansi dalam penyaluran BBM merupakan hal yang wajib dilakukan agar masyarakat mengetahui kondisi pasokan yang sebenarnya.
“Kita juga menegaskan bahwa transparansi terkait penyaluran BBM merupakan suatu kewajiban. Pertamina jangan sampai menutup-nutupi apa yang menjadi hak masyarakat luas,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM di Kalimantan Tengah agar penyalurannya berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Tengah untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi isu penyaluran BBM ini agar berjalan dengan adil dan lancar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi lainnya masih bertahan pada level yang sama, yakni Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
(Sya'ban)












