BPJN Diminta Segera Perbaiki Jalan Kurun–Mura yang Rusak dan Berlubang

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph.

PAPALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV (Kalteng), Yetro Midel Yoseph, mendesak pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Kalteng untuk mempercepat penanganan ruas Jalan Kuala Kurun-. Menurutnya, kondisi jalan tersebut belum mengalami perbaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

​Yetro mengatakan, jika pengaspalan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, setidaknya pemerintah memprioritaskan pengerasan jalan. Langkah ini penting agar akses transportasi masyarakat tetap aman dan layak dilalui. Terlebih lagi, kerusakan jalan saat ini kian parah akibat munculnya lubang-lubang besar dan titik longsor di sejumlah lokasi.

“Saat ini kita berharap ruas Jalan Kuala Kurun– bisa diperbaiki oleh pihak BPJN. Sudah dua tahun ini belum ada perbaikan yang signifikan. Kalau belum bisa diaspal, minimal dilakukan pengerasan sebagai langkah yang didahulukan,” kata Yetro, Senin, 29 Juni 2029.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai penanganan jalan tersebut harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Ia menyayangkan kerusakan yang terus bertambah, sehingga pekerjaan perbaikan seolah-olah tidak pernah tuntas.

“Belum selesai memperbaiki satu titik, muncul lagi kerusakan di titik lainnya. Yang menjadi pertanyaan kita bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga komitmen. Niat itu ada, duit ada tidak persoalannya?” ujarnya.

Terkait rencana penganggaran, Yetro mengungkapkan bahwa Komisi IV DPRD Kalteng telah melakukan pembahasan internal. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan bahan-bahan untuk dibahas bersama BPJN sebagai bagian dari penyusunan usulan prioritas pada Tahun Anggaran 2027.

“Kami sudah berdiskusi secara internal di Komisi IV dan tinggal menunggu momentum pembahasan anggaran 2027 untuk menentukan prioritas. Mudah-mudahan dari diskusi itu ada beberapa usulan yang bisa dibahas dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Tradisi Mendongen Cerita Rakyat, Kearifan Lokal yang Harus Dilestarikan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!