SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap pembekalan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan penugasan khusus (tugsus) dapat menjadi bekal penting sebelum mereka menjalankan tugas di sejumlah puskesmas, terutama di wilayah terpencil yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim, Ali, saat kegiatan pembekalan 37 peserta yang dinyatakan lulus rekrutmen penugasan khusus tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kotim, Senin 29 Juni 2026.
Ali mengatakan pembekalan merupakan tahapan wajib dalam proses rekrutmen sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati. Kegiatan ini bertujuan agar para tenaga kesehatan memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan.
“Pembekalan ini penting agar mereka memahami tugas dan fungsi sebagai tenaga medis maupun tenaga kesehatan. Tidak hanya terkait pelayanan medis, tetapi juga bagaimana menjalankan manajemen pelayanan di puskesmas,” ujarnya, Selasa 30 Juni 2026.
Sebanyak 37 peserta yang mengikuti pembekalan terdiri atas dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, tenaga gizi, tenaga teknologi laboratorium medik, serta tenaga kesehatan masyarakat. Seluruhnya akan ditempatkan di puskesmas dan pustu yang masih membutuhkan tambahan tenaga.
Ali menjelaskan, program penugasan khusus merupakan terobosan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di luar mekanisme aparatur sipil negara. Program tersebut telah memiliki dasar hukum melalui regulasi Kementerian Kesehatan yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Bupati.
Ia menambahkan, tenaga kesehatan penugasan khusus dikontrak selama dua tahun dan dapat mengikuti rekrutmen kembali apabila masa tugas berakhir. Penempatan diprioritaskan di daerah terpencil maupun wilayah yang selama ini sulit mendapatkan tenaga kesehatan.
Ia berharap setelah mengikuti pembekalan ini mereka benar-benar memahami kewajiban, disiplin kerja, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan begitu, keberadaan tenaga penugasan khusus dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke daerah yang paling membutuhkan,” pungkasnya.
Adapun 37 tenaga kesehatan tersebut akan ditempatkan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di Kotim.
Untuk tenaga dokter umum akan bertugas di Puskesmas Bagendang, Mentaya Seberang, Sebabi, Pundu, Tumbang Sangai, dan Tumbang Kalang/Gunung Makmur. Dokter gigi ditempatkan di Puskesmas Samuda.
Tenaga perawat akan bertugas di Puskesmas Bapinang, Pundu, Tumbang Kalang/Gunung Makmur, serta Pustu Satiruk, Selucing, Tumbang Batu dan Tewei Hara.
Tenaga bidan ditempatkan di Puskesmas Bapinang, Bagendang, Pundu, Tumbang Kalang/Gunung Makmur, serta Pustu Pondok Damar, Tumbang Koling, Tumbang Payang dan Lunuk Begantung.
Sementara tenaga farmasi ditempatkan di Puskesmas Samuda, Parenggean 2, Tualan Hulu, Tumbang Sangai dan Tumbang Kalang/Gunung Makmur.
Tenaga gizi bertugas di Puskesmas Samuda, Bagendang, Mentaya Seberang, Parenggean 2 dan Tualan Hulu.
Adapun tenaga teknologi laboratorium medik ditempatkan di Puskesmas Bapinang, Mentaya Seberang, Cempaka Mulia, Pundu, Parenggean 1, Tualan Hulu dan Tumbang Kalang/Gunung Makmur, sedangkan tenaga kesehatan masyarakat ditempatkan di Puskesmas Bapinang. (Nardi)












