PURUK CAHU – Salah satu warga Desa Bahitom Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya yang enggan disebutkan nama dan inisialnya menyampaikan keresahannya usai satu – satunya unit kendaraan roda empat miliknya jenis Mitshubishi Xpander warna putih dilakukan penarikan oleh empat orang Mata Elang (Matel).
Ia menuturkan, pada Jumat 26 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, sekelompok matel tiba-tiba “menggeruduk” kediamannya dengan maksud menarik kendaraan yang sudah 1,5 tahun dimilikinya.
“Saya kebetulan mau berangkat Sholat Jumat pas mereka geruduk rumah kami, lalu saya minta identitas lengkapnya mereka hanya memperlihatkan namun menolak saat saya mau mendokumentasikannya,” ungkapnya kepada awak media, Selasa 2 Juli 2026.
Upaya penarikan pada siang hari itu gagal, namun pertemuan dilanjutkan pada malam harinya. Lebih mengejutkan lagi, korban diarahkan untuk menemui Metal di Pos Kota di Alun-Alun Jorih Jerah Kota Puruk Cahu, didampingi oleh seorang oknum perwira polisi dari Polres Murung Raya dan beberapa anggotanya.
“Awalnya ya debat-debat kecil kaya waktu di rumah saya siang tadi, eh semakin lama sangat disayangkan saat saya tanyakan terkait sah atau tidaknya legalitas mereka, malah oknum perwira polisi yang menyatakan bahwa semuanya legal dengan tegas,” ujarnya.
Warga tersebut merasa sangat terintimidasi dengan sikap tegas oknum penegak hukum di lokasi pertemuan yang notabene adalah fasilitas publik dan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi masyarakat.
“Saya merasa terintimidasi, harusnya yang kita harapkan dari keberadaan Polisi, sebagai memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat,” tandasnya.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah mobilnya diminta untuk dititipkan di kantor Polres Murung Raya selama tiga hari. Jika dalam waktu tersebut tidak ada pelunasan, maka kendaraan tersebut secara otomatis akan dikuasai oleh pihak metal.
Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar tentang dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam praktik penarikan paksa oleh matel yang kerap meresahkan masyarakat. (Lulus)












