PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, melayat ke rumah duka Aipda Yudhie Perdana Putra, Jumat, 3 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir dan belasungkawa mendalam kepada keluarga anggota Polri yang gugur saat bertugas tersebut.
“Kehadiran Bapak Kapolda merupakan bentuk belasungkawa kepada keluarga almarhum. Beliau juga menyampaikan pesan dari Bapak Kapolri yang turut berdukacita serta berharap keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan, dan tetap semangat menghadapi musibah ini,” kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Momen itu juga menjadi bentuk kepedulian institusi Polri terhadap keluarga personel yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kapolda juga membawa kabar mengenai penghargaan yang diberikan Kapolri kepada almarhum sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanannya.
“Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada almarhum dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Aiptu Anumerta. Selain itu, Kapolri juga memberikan prioritas kepada keluarga apabila ada yang ingin mengikuti seleksi menjadi Bintara Polri,” ujar Budi.
Di tengah suasana duka, Kapolda juga menegaskan perhatian Polda Kalteng saat ini masih tertuju pada proses pencarian dua personel yang belum ditemukan pascaoperasi penegakan hukum di Kabupaten Katingan.
Polda Kalteng memastikan akan terus memberikan informasi terkait perkembangan penanganan peristiwa tersebut kepada masyarakat. Di sisi lain, pendampingan terhadap keluarga almarhum juga terus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar dua personel yang masih dalam pencarian segera ditemukan. Semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan, dan seluruh rangkaian penanganan peristiwa ini dapat berjalan dengan baik,” tutup Budi.
Sebagai informasi, peristiwa tragis ini bermula dari operasi penggerebekan narkoba oleh Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Kamis, 2 Juli 2026.
​Operasi tersebut berujung pada bentrokan sengit antara aparat dan pihak keluarga terduga bandar narkoba. Insiden ini mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi kejadian.
​Selain menyebabkan gugurnya Aipda Yudhie, dua personel kepolisian lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif. Di sisi lain, seorang anggota keluarga dari terduga bandar berinisial T (40) juga tewas setelah menerima tindakan tegas terukur dari petugas karena melakukan perlawanan.
(Syauqi)












