PALANGKA RAYA – Jenazah Bripda Nopandri Ramadhana, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat bertugas, langsung dibawa ke Kabupaten Katingan untuk dimakamkan usai menjalani autopsi di RS Bhayangkara Palangka Raya.
Pantauan Berita Sampit di RS Bhayangkara, Sabtu malam, 4 Juli 2026, jenazah tiba sekitar pukul 20.15 WIB dan keluar dari ruang autopsi pada Minggu dini hari pukul 01.47 WIB.
Abang kandung Bripda Nopandri, Santri Sutrisno (39), mengatakan jenazah adiknya langsung dibawa ke Kabupaten Katingan untuk dimakamkan pada Minggu pagi.
“Jenazah langsung dibawa ke Katingan dan dimakamkan pagi ini,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Palangka Raya, Minggu dini hari, 5 Juli 2026.
Menurut Santri, keluarga meminta izin kepada pimpinan kepolisian agar proses pemakaman dapat dilakukan secepat mungkin mengingat kondisi jenazah.
“Saya sudah meminta izin kepada pimpinan agar almarhum dimakamkan secepatnya karena kondisinya,” katanya.
Ia menambahkan, keluarga berharap proses pemakaman dapat dilaksanakan sekitar pukul 06.30 WIB.
“Saya juga meminta izin agar pemakaman dilakukan sekitar pukul setengah tujuh pagi,” imbuhnya.
Santri turut menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan dan masyarakat yang membantu pencarian Bripda Nopandri selama tiga hari.
“Kepada tim di Katingan maupun masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan selama tiga hari ini,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan peredaran narkoba di Kalimantan Tengah.
“Semoga kejadian ini semakin menguatkan upaya pemberantasan narkoba karena narkoba sangat merusak generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan, Desa Tumbang Lahang, Kabupaten Katingan, pada Sabtu sore.
Sebelumnya, ia dinyatakan hilang saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei yang juga mengakibatkan gugurnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto yang juga hilang dalam operasi tersebut.
Sementara itu, polisi telah mengamankan dua terduga pelaku, yakni S alias A dan R. Aparat juga masih memburu BIO, terduga bandar narkoba yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.
(Sya'ban)












