SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M Ramadhana Rahman menyampaikan Apel siaga dan gladi kesiapsiagaan bencana karhutla serta kekeringan merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di musim kemarau.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla“ kata Dana, Kamis 16 Juli 2026.
DPRD berharap kesiapsiagaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, mulai dari deteksi dini, edukasi masyarakat, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran.
“Yang paling penting adalah mencegah sebelum bencana terjadi, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Mari masyarakat kita sama-sama menjaga lingkungan jangan membuka lahan dengan cara dibakar terlebih ini musim kemarau. Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Politisi PDIP ini.
Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kotim meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga, Gelar Peralatan, dan Gladi Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Rabu 15 Juli 2026.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan kesiapan seluruh unsur harus terus diperkuat karena Kotim menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam apel siaga, Kotim menempati peringkat kedua jumlah titik panas (hotspot) setelah Kabupaten Pulang Pisau. (Nardi)












