PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau.
Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya di Halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam amanatnya, Agustiar menyoroti potensi El Nino yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla di Kalteng. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memperkuat kesiapsiagaan melalui sinergi lintas sektor.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Agustiar menjelaskan Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
“Kami telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, penanganan Karhutla di Kalteng menunjukkan perkembangan yang semakin baik berkat kerja sama pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.
Meski demikian, Agustiar menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah mengingat Kalteng masih termasuk daerah dengan tingkat kerawanan Karhutla yang tinggi.
“Kita tidak boleh lengah dan harus terus waspada, mengingat Kalteng termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan Karhutla yang tinggi,” tegasnya.
Ia berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla selama musim kemarau dapat berjalan lebih optimal.
(Sya'ban)












