Siswa di Kalteng Diminta Tak Takut Lapor Bullying Lewat WBS

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan , Muhammad Reza Prabowo.

– Dinas Pendidikan (Kalteng) mendorong peserta didik memanfaatkan Whistle Blowing System (WBS) untuk melaporkan dugaan kekerasan, perundungan (bullying), maupun pelanggaran di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, meminta seluruh SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) negeri maupun swasta menyosialisasikan WBS kepada peserta didik.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Kadisdik Menyapa bersama kepala SMA, SMK, dan SKH negeri maupun swasta se-Kalteng yang digelar secara virtual, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Reza, WBS menjadi sarana penting agar setiap persoalan di sekolah dapat ditangani sejak dini tanpa harus lebih dulu menyebar di media sosial atau berujung pada proses .

“Jangan sampai siswa tidak tahu harus mengadu ke mana ketika mengalami persoalan di sekolah. Kita ingin setiap masalah bisa dimitigasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan belum lama ini menerima laporan adanya kasus perundungan terhadap seorang siswa yang akhirnya berlanjut ke kejaksaan dan pengadilan.

“Saya baru saja menerima laporan ada orang tua yang anaknya menjadi korban bullying hingga persoalannya berlanjut ke kejaksaan dan pengadilan. Ini menjadi tamparan bagi kita semua,” katanya.

Selain memperkuat kanal pengaduan, Reza meminta guru menjadi teladan dengan menjaga kedisiplinan selama proses belajar mengajar agar tidak ada kelas yang kosong.

“Guru harus menjadi teladan, disiplin masuk kelas tepat waktu, karena jangan sampai ada kelas kosong yang justru membuka peluang terjadinya perundungan,” tegasnya.

Ia juga mendorong sekolah memasang kamera pengawas (CCTV) di setiap ruang kelas yang dipantau oleh guru piket.

Jika ada guru yang berhalangan hadir, guru piket diminta segera mengambil alih proses pembelajaran sehingga aktivitas siswa tetap berada dalam pengawasan.

baca juga ...  Leonard S Ampung: Sinkronisasi Pusat hingga Desa Kunci Pemerataan Pembangunan

Di akhir arahannya, Reza mengingatkan kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab besar menciptakan lingkungan belajar yang aman, disiplin, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.

“Jangan pernah menganggap tugas menjadi kepala sekolah adalah hal biasa. Karena itu mari kita jaga mereka dengan sebaik-baiknya melalui sekolah yang aman, disiplin, dan penuh kepedulian,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!