SAMPIT – Musim kemarau di Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, yang mana kabut asap sudah mulai muncul saat pagi hari.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit mengingatkan warga, khususnya orang tua, agar lebih waspada terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare yang rentan menyerang anak-anak.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr. Yulia Nofiany mengatakan perubahan kondisi lingkungan saat kemarau, seperti meningkatnya debu dan berkurangnya ketersediaan air bersih, menjadi faktor yang memicu meningkatnya risiko kedua penyakit tersebut.
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ISPA selama musim kemarau ini dan menjaga kesehatan,” kata Yulia, Senin 20 Juli 2026.
Menurutnya, selain demam berdarah dengue (DBD), ISPA dan diare merupakan kasus yang cukup sering dijumpai pada musim kemarau, terutama pada pasien anak.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal penyakit tersebut. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar pasien segera mendapatkan penanganan sebelum kondisinya memburuk.
“Apabila anak mulai menunjukkan gejala, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan awal bisa dilakukan di puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD jika membutuhkan perawatan lebih lanjut,” ujar dr. Yulia.
RSUD dr Murjani juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kotim dalam memastikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis selama musim kemarau berlangsung. (nardi)












