Salurkan Donasi Kemanusiaan, KemenP2MI Gandeng BAZNAS Perluas Jangkauan Kesejahteraan Pekerja Migran

Menteri P2MI, Mukhtarudin, saat menerima audiensi sekaligus melakukan penyerahan donasi kepedulian keluarga besar KemenP2MI kepada Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.

JAKARTA— Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) terus memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin, saat menerima audiensi sekaligus melakukan penyerahan donasi kepedulian keluarga besar KemenP2MI kepada Badan Amil Zakat (BAZNAS) RI di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan. Sementara itu, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Sekretaris Jenderal KP2MI, Komjen Pol. Dwiyono.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS atas kesediaannya menerima serta menyalurkan donasi dari keluarga besar Kementerian P2MI.

Bantuan ini hadir sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial pegawai KemenP2MI untuk membantu masyarakat maupun saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuan ini merupakan wujud solidaritas kami. Kami berharap donasi ini dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat terdampak, serta membantu mempercepat proses pemulihan,”ujar Menteri Menteri Mukhtarudin.

Menteri P2MI juga memuji peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah yang responsif, tepat sasaran, dan akuntabel dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Ekspansi Kerjasama: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

Pertemuan ini juga menjadi momentum tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya antara KP2MI/BP2MI dengan BAZNAS RI.

Kerja sama ini difokuskan pada perluasan skema pemberdayaan, bantuan pembiayaan keberangkatan, hingga pembentukan kelembagaan zakat di luar negeri.

Menteri Mukhtarudin mengungkapkan bahwa selain memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan dan Koperasi, sinergi dengan BAZNAS diharapkan dapat membuka skema bantuan pembiayaan bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat ke negara penempatan.

baca juga ...  Mukhtarudin Dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Gantikan Abdul Kadir Karding

“Kita ingin menggali potensi bersama. Melalui pendampingan dan pemberdayaan yang tepat, kita berharap para pekerja migran yang saat ini mungkin masih kategori mustahik (penerima zakat), ke depannya ketika sudah sukses di luar negeri bisa bertransformasi menjadi muzakki (pembayar zakat),” tutur Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa rancangan program prioritas tersebut merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat ekosistem perlindungan yang inklusif dan berkelanjutan bagi para Pekerja Migran Indonesia.

“Melalui kolaborasi strategis dengan BAZNAS ini, kita tidak hanya memberikan bantuan darurat atau pemberdayaan wirausaha, tetapi juga membangun fondasi masa depan keluarga pekerja migran melalui akses pendidikan beasiswa, keuangan, hingga fasilitas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di luar negeri” imbuh Menteri Mukhtarudin.

KP2MI juga tengah menyiapkan Buku Saku Digital Literasi Zakat serta penguatan integrasi data agar seluruh bantuan dan program pemberdayaan ini benar-benar tepat sasaran.

“Sinergi ini menjadi wujud hadirnya negara secara utuh untuk melayani, melindungi, dan meningkatkan derajat kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya secara berkelanjutan,” pungkas Menteri Mukhtarudin.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Kementerian P2MI.

Sodik menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan fokus utama pekerja migran.

“Pertemuan ini memperkuat MoU yang sudah ada. Ada dua hal besar yang menjadi fokus kita. Pertama, dukungan kerja sama dalam mobilisasi, pengelolaan, dan pendayagunaan dana ZIS dengan subjek khusus para pekerja migran Indonesia. Kedua, dukungan teknis secara menyeluruh yang mencakup tiga tahapan penting bagi PMI,” ujar Sodik.

baca juga ...  Musda XI Partai Golkar Kalteng Berlangsung Sukses di Palangka Raya, Tekankan Solidaritas Menuju Indonesia Maju

Sodik merinci bahwa penguatan teknis yang disiapkan BAZNAS bersama KemenP2MI mencakup tiga fase krusial perjalanan pekerja migran. Pada tahap sebelum keberangkatan, BAZNAS siap memberikan dukungan pembiayaan dan persiapan bagi calon Pekerja Migran yang sedang dilatih oleh kementerian.

Saat Pekerja Migran di Luar berada di luar neger, BAZNAS akan memfasilitasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas agar pekerja migran yang sukses dapat menunaikan zakatnya, yang nantinya didistribusikan untuk memajukan kampung halaman mereka.

Sementara untuk keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS turut hadir memberikan intervensi berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran serta pelatihan kemandirian ekonomi.

“Penguatan ini dilakukan secara utuh, sebelum berangkat, saat di sana, hingga setelah kembali, termasuk bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami optimistis sinergi ini dapat mentransformasi pekerja migran yang tadinya mustahik menjadi muzakki,” tegas Sodik.

Sinergi antara KemenP2MI dan BAZNAS ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan perlindungan yang holistik dan berkeadilan bagi Pekerja Migran Indonesia.

Dengan mengintegrasikan pengelolaan zakat, bantuan kemanusiaan, hingga program keberlanjutan ekonomi dari hulu ke hilir, kedua lembaga optimistis mampu memartabatkan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, sekaligus sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

(adista)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!