DPRD Kotim Apresiasi Durasi Pemadaman Berkurang Setelah RDP, Harap Listrik Segera Normal

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi II DPRD Kotim Andi Lala.

SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten (Kotim) Andi Lala mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang mulai mengurangi durasi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kotim. Jika sebelumnya masyarakat harus menghadapi pemadaman hingga sekitar enam jam, kini durasinya disebut mulai berkurang menjadi sekitar tiga jam.

Menurut Andi Lala, perubahan tersebut menjadi perkembangan positif setelah dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN, Selasa 28 Juli 2026 lalu.

“Mudah-mudahan ini bisa sedikit meredam kekecewaan masyarakat yang selama ini mengeluhkan durasi pemadaman yang cukup lama,” ujar Andi Lala, Rabu 29 Juli 2026.

Ia berharap kondisi tersebut terus membaik hingga persoalan gangguan kelistrikan benar-benar dapat diselesaikan yang ditargetkan pertengahan Agustus. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik yang stabil dan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan usaha tidak lagi terganggu.

Selain itu, politisi Gerindra ini meminta PLN lebih aktif memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penyebab gangguan kelistrikan melalui media sosial.

Hal ini dinilai penting untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai penyebab pemadaman.

“Termasuk isu kekurangan batu bara, kalau memang sudah dipastikan bukan karena itu, saya minta PLN menyampaikan secara terbuka melalui media sosial,” ujarnya.

Andi Lala juga mendorong PLN memberikan pembaruan informasi mengenai progres perbaikan pembangkit secara berkala di media sosial.

Ia menilai komunikasi yang baik antara PLN dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik selama proses pemulihan berlangsung.

Sementara itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat pemadaman yang masih berlangsung. PLN memastikan personel di lapangan terus bekerja untuk mempercepat pemulihan unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan.

PLN juga menyatakan terus memperkuat koordinasi bersama pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat pemulihan Sistem Interkoneksi Kalimantan. Upaya tersebut dilakukan agar pasokan listrik di dan dapat kembali optimal secara bertahap.

PLN turut mengapresiasi dukungan dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung. (Nardi)


baca juga ...  Warga Desa di Barsel Minta Jalan, Sekolah, dan Listrik Cepat Terselesaikan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!