Karhutla Capai 15 Titik Sehari, Petugas BPBD Kotim Kelelahan hingga Time Out

IST/BERITASAMPIT - Petugas Satgas Karhutla Kotim kembali bekerja pagi hari setelah kelelahan tangani 15 karhutla hingga malam.

SAMPIT – Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Timur (Kotim) terus meningkat. Dalam satu hari, Jumat 7 Agustus 2026, petugas Posko Tanggap Darurat Karhutla Kotim menangani sedikitnya 15 titik karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah.

Tingginya jumlah titik yang harus ditangani membuat petugas di lapangan harus bekerja hingga malam hari. Kepala BPBD Kotim Multazam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena pada Jumat malam petugas terpaksa menghentikan sementara kegiatan penanganan.

“Mohon maaf kami sampaikan kepada masyarakat. Petugas time out pada pukul 22.45 WIB, Jumat 7 Agustus 2026. Atas pertimbangan kondisi dan keamanan petugas, petugas diistirahatkan,” kata Multazam.

Meski demikian, penghentian penanganan tersebut bukan berarti aktivitas penanganan karhutla dihentikan sepenuhnya. Petugas kembali bekerja pada pagi hari setelah menerima laporan adanya titik api baru dari masyarakat.

Salah satunya dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Poros Wengga Metropolitan. Berdasarkan laporan warga, api kembali terlihat setelah waktu subuh, Sabtu 8 Agustus 2026.

“Lokasi Jalan Poros Wengga Metropolitan, tidak jauh dari gerbang. Habis subuh ini baru nyala,” demikian laporan warga kepada petugas.

Sementara itu, berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Karhutla Kotim hingga pukul 22.45 WIB pada Jumat 7 Agustus 2026, terpantau 223 hotspot pada pagi hari dan turun menjadi 108 titik pada sore hari.

Dari 15 lokasi yang ditangani petugas diantaranya masih aktif yaitu Tjilik Riwut Km7 Perumahan Adikarya Baamang Hulu, Jalan Lembur Kuring Telaga Baru MB Ketapang, Tidar Gang Kenari Baamang Barat, Soren Kecamatan Kota Besi, Lingkar Utara Km 10 dan Jalan Simpang Kandan.

Sementara sebagian masih berasap diantaranya di Perum Graha Pramuka Sawahan, Jalan Metro TV Telaga Baru, Jalan Jenderal Sudirman Km 5 Perum Pandawa. Tjilik Riwut Km. 6.5 Ujung Tikungan Bandara, Batuah Kecamatan Seranau dibantu dengan Heli Water Bombing, Tjilik Riwut Km 7 sebagian masih Berasap.

Selain itu juga terjadi kebakaran bangunan di Jalan Juanda Gang Resmi Kelurahan Ketapang dan berhasil dipadamkan.

Kemudian petugas harus beristirahat karena sudah larut malam dan kelelahan serta menjaga stamina dan kondisi tubuh untuk kembali bekerja esok hari.

Karhutla terjadi di Tidar 4 Gang Murai Baamang Barat, kemudian Bagendang Tengah Mentaya Hilir Utara dengan kondisi terkendali dan masih berasap.

Kondisi tersebut menunjukkan beratnya beban petugas dalam menghadapi karhutla yang terus muncul di berbagai lokasi. Di tengah keterbatasan waktu dan kondisi lapangan, BPBD dan Damkar tetap mengandalkan laporan masyarakat untuk mempercepat penanganan setiap titik kebakaran.

BPBD Kotim mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (Nardi)


baca juga ...  Wabup Kotim Sebut Sejumlah Program Belum Masuk KUA-PPAS 2027 karena Keterbatasan Fiskal
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!