SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong penguatan pendidikan vokasi bidang pertanian sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian di masa depan.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pendidikan vokasi Program Diploma I (D-I) Bidang Pertanian tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan praktis dan siap mendukung pengembangan pertanian di daerah.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga terampil di sektor pertanian semakin penting seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
“Generasi muda harus kita siapkan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian. Bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya di lapangan,” kata Irawati, Sabtu 8 Agustus 2026.
Ia menilai penguatan pendidikan vokasi juga menjadi peluang untuk menarik lebih banyak generasi muda agar melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek dan dapat dikembangkan secara modern.
Pemkab Kotim, lanjutnya, siap mendukung sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan SDM pertanian yang kompeten.
Irawati berharap lulusan pendidikan vokasi nantinya dapat menjadi bagian dari penguatan Brigade Pangan sekaligus ikut mendorong perubahan sektor pertanian menjadi lebih produktif, modern dan berkelanjutan.
“Harapannya, SDM yang kita siapkan hari ini nantinya benar-benar mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, khususnya di Kotim,” pungkasnya. (nardi)












