PULANG PISAU – Upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau terus diarahkan pada penguatan perencanaan berbasis data dan keterlibatan lintas sektor. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder Program Gizi sekaligus pengisian Aplikasi Bangda Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, Selasa 4 Agustus 2026, mengatakan keberhasilan program gizi tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan intervensi di lapangan, tetapi juga membutuhkan koordinasi antar instansi serta data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan. Karena itu, setiap pihak yang terlibat perlu memiliki pemahaman dan komitmen yang sama terhadap sasaran program.
Menurutnya, kualitas data menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan masalah gizi dapat dilakukan secara tepat. Data yang terintegrasi membantu pemerintah melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat secara lebih jelas, sehingga perencanaan program dapat disusun berdasarkan persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan program gizi. Koordinasi diperlukan agar berbagai intervensi yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Chandra Fuji Asmara, serta Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Damaris Kadang. Pembahasan diarahkan pada penguatan perencanaan, koordinasi program, serta pengelolaan data yang berkaitan dengan pembangunan manusia dan program gizi.
Pengisian Aplikasi Bangda menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan karena data yang dihimpun dapat menjadi bahan dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan. Dengan informasi yang lebih tertata, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan prioritas intervensi, mengidentifikasi kelompok yang membutuhkan perhatian, serta menilai perkembangan pelaksanaan program.
Melalui koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau bersama stakeholder terkait berupaya membangun pelaksanaan program gizi yang terpadu, efektif, dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor dan perencanaan berbasis data diharapkan mampu menghasilkan intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan terwujudnya masyarakat Pulang Pisau yang sehat serta berkualitas. (denny)












