PALANGKA RAYA – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kerukunan Keluarga Dayak Dusun, Maanyan, Lawangan, Tewoyan, Bayan, dan Dusun Malang (KKD Dusmala-Tebama) Kota Palangka Raya menggelar lomba “Nyama Unik” atau menangkap anak babi di Jalan Kenari II, Palangka Raya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Lomba tersebut dikemas secara unik dengan mengangkat unsur kearifan lokal yang terinspirasi dari tradisi berburu masyarakat Dayak. Dalam pelaksanaannya, peserta harus menangkap anak babi yang dilepaskan di dalam arena berukuran sekitar 5 x 5 meter dengan mata tertutup kain.
Dengan kondisi mata tertutup, peserta hanya mengandalkan insting, pendengaran, dan petunjuk suara dari sekitarnya untuk menemukan anak babi. Aksi para peserta yang berusaha mengejar dan menangkap anak babi pun mengundang gelak tawa penonton yang memadati lokasi kegiatan.
Sekretaris Umum KKD Dusmala-Tebama Kota Palangka Raya, Harry Araiyanto mengatakan lomba “Nyama Unik” diangkat dari kebiasaan berburu yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak Dusun, Maanyan, dan Lawangan.
“Nyama Unik kalau dalam bahasa Indonesia berarti anak babi. Kegiatan ini sebenarnya mengangkat kebiasaan masyarakat Dayak Dusmala-Tebama yang sejak dahulu memiliki tradisi berburu di hutan. Tradisi tersebut kemudian kami kemas dalam bentuk perlombaan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Arik Chris Layar mengapresiasi kreativitas KKD Dusmala-Tebama dalam menghadirkan perlombaan yang menurutnya tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi budaya.
“Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa lebih lancar, lebih meriah, dan semakin berkembang sehingga kegiatan KKD Dusmala-Tebama juga semakin meningkat,” ungkapnya. (yud)












