PANGKALAN BUN – Kemarau semakin ekstrem, dampaknya cuaca semakin buruk sehingga menuai keluhan masyarakat harus menghirup udara yang kurang sehat.
“Seharusnya Dinas Kesehatan proaktif mencegah dampak karhutla, seperti membagikan masker ke anak-anak sekolah, atau ke warga yang pemukimannya dekat yang terdampak karhutla,” kata salah seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan, Minggu 16 Agustus 2026.
Selain itu, ia meminta Dinkes Kobar segera memerintahkan seluru Puskesmas di 6 Kecamatan, turun langsung ke desa untuk mengontrol atau memberi obat kepada warga yang terdampak radang tenggorokan, Sesak Napas, Batuk atau ISPA.
“Seharusnya jangan menunggu warga sakit dulu, tapi sebelumnya harus bisa menangkal wabahnya agar warga tidak banyak yang sakit,” ujarnya.
Diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) mengeluarkan imbauan ke seluruh Kepala Dinas di daerah yang terdampak karhutla untuk segera bergerak membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dan menyiapkan layanan kesehatan.
Seluruh puskesmas, rumah sakit dan Labkesda diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Faskes dari Puskesmas, Pustu, sampai Rumah Sakit Daerah dipastikan siaga penuhi stok obat, tabung oksigen, masker aman.
Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat yang baru dilantik Kardino, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Berita Sampit melalui telepon genggamnya, Minggu 16 Agustus 2026. (man)










