PALANGKA RAYA – Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan RTA Milono didemo oleh Aliansi Masyarakat Resah terkait krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Senin, 14 September 2026.
​Belasan pemuda tersebut menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menyoroti krisis BBM di Kalteng yang menyebabkan antrean mengular di sejumlah SPBU di Palangka Raya. Aksi unjuk rasa ini sempat diwarnai kericuhan. Situasi di lapangan memanas saat massa pengunjuk rasa tertahan menunggu kejelasan dari pihak PT Pertamina terkait transparansi data pasokan BBM di Kalteng.
​Akibat suasana yang makin tidak kondusif, aksi saling dorong antara massa dan aparat kepolisian yang mengamankan lokasi pun tak terhindarkan. Massa kemudian memanjat pagar dan nekat masuk ke dalam halaman kantor Pertamina, meski sempat dihadang oleh pihak kepolisian.
​Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Aris, menyampaikan bahwa unjuk rasa ini digelar karena krisis BBM telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Aliansi Masyarakat Resah menyampaikan emoat poin tuntutan kepada PT Prtamina Patra Niaga Sales Retail Area Kalteng sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta upaya memperjuangkan harga BBM yang terjangkau, ketersediaan yang merata, dan distribusi yang transparan di Kalteng,” kata Aris.
Adapun 4 Poin Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng:
1. Mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Retail Arca Kalteng melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyesuaian harga BBM dan menyampaikan dasar pertimbangan kenaikan harga secara transparan kepada publik
2. Mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Retail Area Kalteng segera menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Kalimantan tengah agar masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang dan kesulitan memperolch BBM.
3. Mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Retail Area Kalteng berkoordinasi dengan pemerintah untuk menurunkan kembali harga BBM yang mengalami kenaikan.
4. Mendesak transparansi kuota harian distribusi di setiap SPBU di kalimantan tengah.
(Syauqi)











