SAMPIT – Di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, warga masih harus menghabiskan waktu untuk mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Jumat 18 September 2026.
Pantauan sekitar pukul 13.40 WIB, antrean kendaraan roda dua terlihat di SPBU SPBU Pertamina Haryono di Jalan MT Haryono, Sampit. Pengendara harus menunggu giliran sebelum dapat mengisi BBM.
Salah seorang warga, Amalia, mengaku harus mengantre sekitar 15 hingga 20 menit untuk mendapatkan BBM.
“Antreannya lumayan, sekitar 15 sampai 20 menit. Kita tetap harus menunggu karena memang membutuhkan BBM,” ujar Amalia saat dihubungi ketika mengantre di SPBU Jalan MT Haryono, Jumat siang.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SPBU lainnya di dalam Kota Sampit. Antrean kendaraan roda dua sebelumnya juga tercatat terjadi di kawasan Jalan Pelita, Jalan Cilik Riwut dan Jalan Jenderal Sudirman.
Di antaranya SPBU Pelita di Jalan Pelita, SPBU Cilik Riwut Km 8 Sampit di Jalan Cilik Riwut, serta sejumlah SPBU di Jalan Jenderal Sudirman.
Antrean BBM tersebut berlangsung ketika kondisi udara di Sampit juga tengah kurang bersahabat akibat kabut asap. Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Bandar Udara H Asan Sampit yang menjadi dasar informasi dalam laporan ini, jarak pandang di wilayah Sampit pada sekitar pukul 13.00 WIB hanya mencapai 200 meter.
Jarak pandang yang sangat terbatas tersebut membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan turut terdampak. Kabut asap juga menjadi persoalan tersendiri bagi pengendara yang harus beraktivitas di tengah jalan raya.
Bagi warga Sampit, kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM dan kondisi udara menjadi dua persoalan yang dirasakan bersamaan. Di satu sisi masyarakat membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sementara di sisi lain mereka harus menghadapi kabut asap dengan jarak pandang yang terbatas.
Hingga Jumat siang, warga masih terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU dalam kota Sampit.
(Jimmy)











