DPRD Minta Pemerintah Perhatikan Kondisi Pelaku UMKM di Tengah Peningkatan Biaya Operasional

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyoroti kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang harus menghadapi peningkatan biaya operasional di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Menurut Khemal, kenaikan harga kebutuhan pokok turut memengaruhi modal usaha. Sementara itu, kemampuan masyarakat dalam berbelanja mengalami penurunan sehingga berdampak terhadap penjualan para pelaku UMKM.

“Biaya operasional meningkat, tetapi pendapatan justru berkurang. Keuntungan yang diperoleh juga semakin tipis sehingga pelaku UMKM perlu menghadapi kondisi ini dengan cukup berat,” ucapnya, Selasa 3 November 2026.

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus lebih cermat dalam menjalankan usahanya. Sebab, kenaikan modal tidak selalu dapat diikuti dengan penyesuaian harga jual.

“Hal ini karena pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat agar produk yang ditawarkan tetap terjangkau dan dapat dibeli konsumen,” tambahnya.

Modal belinya tinggi, tetapi untuk menaikkan harga jual juga tidak mudah karena harus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.

“Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlangsungan usaha kecil. Terlebih, sebagian besar pelaku UMKM mengandalkan hasil penjualan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan operasional usahanya,” lanjutnya.

Selain itu berharap pemerintah dapat terus memperkuat upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki kemampuan berbelanja dan aktivitas usaha para pelaku UMKM dapat terus berjalan. Karena daya beli masyarakat menurun,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  DPRD Palangka Raya Tekankan RPJPD Harus Fokus pada Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi 
Bagikan:
Berita Populer