PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar aksi bertajuk “Cap Jempol Darah” sebagai bentuk dukungan terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, serta komitmen terhadap penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD PDIP Kalteng Jalan Soekarno Palangka Raya ini diikuti oleh seluruh kader dan pengurus partai, Jumat 3 Januari 2024.
Aksi simbolis ini mencerminkan semangat perjuangan dan keseriusan PDIP dalam menghadapi tantangan politik yang berkembang saat ini. Para kader dan pengurus partai memberikan cap jempol darah sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga marwah partai dan demokrasi.
Kegiatan menjadi pesan moral kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa PDI Perjuangan siap berdiri teguh dalam menghadapi segala bentuk upaya pelemahan demokrasi.
Sekretaris DPD PDIP Kalteng, Sigit Karyawan Yunianto, menyatakan bahwa aksi ini dilaksanakan sebagai respons atas berbagai tekanan yang dirasakan partai belakangan ini.
“Kami menyadari ada upaya-upaya yang ingin menggoyang partai dan merusak tatanan demokrasi. Mungkin masyarakat sudah memahami situasinya. Untuk itu, kami melaksanakan aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan dan gangguan terhadap demokrasi,” ujarnya.
Menurut Sigit yang merupakan Anggota DPR RI ini, PDIP selalu berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga stabilitas politik nasional. Aksi “Cap Jempol Darah” menjadi simbol kesatuan kader partai dalam menjaga keutuhan bangsa serta memastikan proses hukum berjalan secara adil dan independen.
“Kita ingin menegaskan bahwa hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan tertentu. Penegakan hukum harus berjalan sebagaimana mestinya, demi terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Selain dihadiri oleh para kader dan pengurus, aksi ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh partai yang menyampaikan orasi. Mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan yang dapat mengancam kelangsungan demokrasi.
Orasi yang disampaikan mengingatkan pada perjuangan panjang PDI Perjuangan dalam membela hak-hak rakyat serta memperkuat pondasi hukum dan demokrasi di Indonesia.
DPD PDIP Kalteng berharap pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen bangsa terus mengutamakan keadilan serta mengawal prinsip-prinsip demokrasi.
Selain itu, aksi ini diharapkan menjadi simbol persatuan bagi seluruh kader PDI Perjuangan di berbagai daerah untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjaga demokrasi tetap hidup.
Sigit menegaskan, aksi “Cap Jempol Darah” memberikan pesan moral kuat bahwa demokrasi tidak boleh goyah oleh tekanan dan kepentingan politik tertentu. Menjaga demokrasi, menurutnya, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Langkah tegas ini katanya, sekaligus menjadi pengingat bagi kader-kader partai di seluruh Indonesia bahwa perjuangan untuk menjaga demokrasi adalah perjuangan jangka panjang yang membutuhkan keberanian dan keteguhan hati.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga negeri ini tetap berjalan di atas rel demokrasi yang sehat. Aksi ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk terus berjuang demi keadilan dan kepentingan rakyat,” pungkasnya.
(Syauqi)












