PALANGKA RAYA – Memasuki awal tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, terus berkomitmen dalam meningkatkan beberapa program kerja, termasuk dalam kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Tengah.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan, belajar dari pengalaman dari beberapa tahun yang lalu pentingnya konsistensi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha, harus berkolaborasi untuk mencegah terjadinya Karhutla.
“Kita harus tetap konsisten, baik dalam program maupun penyediaan anggaran, sarana dan prasarana, serta kesiapan personel. Seperti yang kita lihat pada hari ini kita lihat ada personel dari Manggala Agni dan Damkar Kehutanan yang terus bekerja keras untuk mencegah Karhutla,” ucapnya, Senin 20 Januari 2025.
Peran besar para relawan dan personel sukarela, dalam penanganan Karhutla, tentunya keberadaan mereka sangat penting, namun perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama terkait kesejahteraan dan hak-hak yang layak.
“Meskipun banyak di antara mereka berstatus relawan atau sukarelawan, mereka tetap menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana. Kita harus memastikan kesejahteraan mereka terjamin. Jangan sampai mereka yang berjibaku melawan api tidak mendapatkan hak-hak yang sesuai dengan tanggung jawab besar yang mereka emban,” tambahnya.
Pemprov Kalteng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi Karhutla. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas personel, penambahan sarana dan prasarana, serta pengalokasian anggaran yang memadai untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Selain itu, program, dukungan anggaran, serta perhatian terhadap kesejahteraan personel yang berjibaku di garis depan, sangat lah perlu terlebih lagi dalam upaya pencegahan karhutla tentunya memerlukan upaya bersama yang konsisten,”ungkapnya.
(yud)












