JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin optimis Indonesia tidak lagi melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu lima tahun ke depannya.
Optimisme Muktarudin ini seiring dengan upaya Presiden Prabowo Subianto yang meyakini 100 persen selama kepemimpinannya Indonesia dapat mewujudkan kemandirian atau swasembada energi.
Untuk itu, Politisi Dapil Kalteng ini terus mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah pimpinan Bahlil Lahadalia yang saat ini tengah menyusun strategi untuk mewujudkan kemandirian energi.
“Salah satunya dapat dicapai dengan menggunakan substitusi dari energi, seperti LPG yang bisa disubstitusi dengan hilirisasi batubara,” tutur Mukhtarudin, Selasa 28 Januari 2025.
Mengingat, kata Mukhtarudin, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan batubara cukup besar.
“Nah saya kira ini dapat menjadi peluang untuk melakukan hilirisasi batubara menjadi gas,” beber Mukhtarudin.
Selain itu, Anggota Komisi XII DPR RI ini bilang guna memenuhi ketersediaan energi nasional, Fraksi Golkar Senayan juga menginginkan agar tidak hanya bergantung pada energi berbasis fosil saja.
“Akan tetapi fokus dengan prioritas pengembangan energi baru terbarukan (EBT),” imbuh Mukhtarudin.
Peraih penghargaan Tokoh peduli daerah Terbaik Parlemen Award 2023 ini menekankan bahwa ketahanan energi menjadi penting dan dibutuhkan agar Indonesia bisa melaksanakan transformasi dari energi fosil menjadi energi terbarukan.
“Ya, tentu peran energi di sini sangat vital, terutama dengan SDA kita melimpah mesti diprioritaskan, agar dapat menuntun Indonesia menjadi negara maju di Tahun 2045 mendatang,” pungkas Muktarudin.
Capai Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto menargetkan kemandirian atau swasembada energi Indonesia tercapai dalam waktu tidak lama.
“Memang kita harus swasembada energi dan sasaran kita akan 100 persen. Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita tidak akan impor BBM lagi dari luar. Saya punya keyakinan dalam lima tahun kita akan tidak impor BBM lagi,” kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara menilai Indonesia merupakan negara yang konsekuen dan termasuk maju dalam melakukan transformasi menjadi energi bersih dan terbarukan.
“Saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu di dunia, negara yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan, energi bersih, ‘green energy' yang mengurangi emisi karbon. Banyak negara teriak-teriak, kita tidak usah teriak-teriak tapi kita mewujudkan, kita mengarahkan,” kata Presiden.
(adista)












