PALANGKA RAYA – Menjelang bulan suci Ramadan, lonjakan harga sejumlah komoditas pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi perhatian. Daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, beras, dan bawang merah diprediksi mengalami kenaikan harga, berpotensi mendorong inflasi akibat meningkatnya permintaan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat bahwa kenaikan harga ini merupakan pola tahunan yang dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat, terutama daging ayam, cabai, dan beras. Jika pasokan tidak stabil, maka harga bisa melonjak dan memicu inflasi,” ujar Agnes usai konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Rabu 5 Februari 2025.
Ia menambahkan, meskipun tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) Januari 2025 di Kalteng masih relatif terkendali di angka 0,28 persen, namun pemerintah harus mewaspadai lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.
“Pemerintah daerah melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan pangan tetap aman. Operasi pasar, sidak pedagang besar, dan pasar murah akan kita lakukan guna menstabilkan harga,” kata Sri.
Sri juga berharap agar pemerintah pusat tetap memberikan kebijakan pendukung, seperti subsidi transportasi atau insentif bagi distributor bahan pokok, guna menjaga kelancaran distribusi.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau membeli bahan pokok dalam jumlah berlebihan. Pemerintah menjamin bahwa stok kebutuhan pokok di Kalteng akan cukup selama Ramadan dan Idulfitri.
(Sya'ban)












