SAMPIT – Mediasi terkait dugaan penyerobotan dan perusakan lahan Kelompok Tani Harapan Kita, yang kini bernama Perkumpulan Borneo Jaya Bersatu, dengan lahan yang kini digunakan untuk kegiatan PT Charoen Pokphand Jaya Farm, di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 12 Februari 2025 digelar.
Ketua kelompok tani, M. Auri, menyatakan bahwa lahan seluas sekitar dua hektare yang mereka kelola terdampak aktivitas penggarapan oleh perusahaan peternakan ayam potong tersebut. Mediasi yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2025, belum menghasilkan titik terang bagi kedua belah pihak.
“Total luasan lahan kelompok tani 400 hektare, lalu terjadi penggarapan di area kami oleh perusahaan, sekitar 2 hektare, namun kami belum tahu tepatnya berapa,” kata Auri.
Namun hasil mediasi sementara ini belum membuahkan hasil karena perlu dilakukan pengecekan lapangan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim untuk memastikan objek yang bersengketa, batasan lahan perusahaan sebenarnya sampai mana.
“Kami harapkan pengecekan lapangan bisa segera dilakukan untuk memastikan masalah ini clear dan selesai,” ujarnya.
Selain lahan milik kelompok tani, dugaan penggarapan dan perusakan oleh PT Charoen Pokphand juga mencakup lahan milik H Amran.
Pemilik lahan melalui kuasa hukumnya Parlin Silitonga menegaskan bahwa lahan tersebut sudah pernah disengketakan tahun 2024 dan sudah selesai hingga balik nama.
“Namun kemudian ada lagi muncul permasalahan sengketa lahan ini,” kata Parlin.
Ia mendukung dilakukan cek lapangan bersama BPN nantinya sehingga ada kejelasan dan kepastian hukum terkait surat tanah itu apakah betul atau tidak posisinya disitu.
Lurah Pasir Putih, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa pengecekan lapangan sangat diperlukan untuk mengetahui batas-batas lahan serta kejelasan kepemilikan.
“Kebanyakan sengketa lahan diselesaikan langsung di lokasi, bukan hanya dalam ruangan. Kami akan menjadwalkan cek lapangan bersama BPN Kotim untuk memastikan status lahan yang dipermasalahkan,” jelasnya.
Belum ada kepastian kapan pengecekan lapangan akan dilakukan, karena masih menunggu jadwal dari BPN.
(Nardi)












