KUALA PEMBUANG – Serangan hama kumbang tanduk yang mengancam perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Danau Seluluk menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dalam upaya mencari solusi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol-PP) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, bersama Kabid Penegakan Perda, Fenny Meiselly, menghadiri rapat mediasi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang digelar di Kantor Bupati Seruyan, Rabu 5 Maret 2025.
Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Adhian Noor dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan Albidinor ini juga dihadiri perwakilan Polres Seruyan, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur terkait lainnya. Fokus utama pertemuan adalah membahas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas replanting kelapa sawit yang dilakukan oleh PT. Binasawit Abadi Pratama (BAP), yang beroperasi di wilayah Kecamatan Danau Seluluk.
Menurut Yoga Prasetyo, salah satu petani terdampak, PT. BAP seharusnya sudah mengetahui risiko serangan hama ini sejak Sosialisasi Social Impact Assessment (SIA) pada tahun 2023. Berdasarkan notulen sosialisasi SIA PT. BAP tanggal 23 Desember 2022, dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial akibat replanting telah diprediksi sebelumnya.
“Pihak PT. BAP memang telah membuat buffer sepanjang 100 meter, namun tidak melakukan langkah antisipasi lain dalam pencegahan penyebaran hama kumbang tanduk. Bahkan, teknis pelaksanaan replanting tidak dilakukan dengan benar, karena tidak ada penimbunan hasil ciping, yang justru berpotensi mempercepat penyebaran hama,” ujar Yoga.
Serangan hama ini dikhawatirkan akan terus meluas dan merugikan para petani sawit rakyat di Danau Seluluk. Oleh karena itu, Komunitas Petani Kelapa Sawit mendesak pemerintah daerah, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, untuk segera turun tangan mencari solusi terbaik demi keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kasat Pol-PP Seruyan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal permasalahan ini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kami akan bersinergi dengan pihak terkait untuk memastikan ada langkah konkret dalam menangani masalah ini,” pungkasnya.
(ASY)












