PALANGKA RAYA – Tiga minggu sebelum Hari Raya Idulfitri, suasana di Pasar Besar Palangka Raya masih jauh dari kata ramai. Padahal, harga sejumlah bahan pokok sudah mengalami penurunan, yang biasanya menjadi pemicu lonjakan pembeli.
Sejumlah pedagang mengaku heran dengan kondisi ini. Biasanya, di periode seperti ini, pasar mulai dipadati warga yang berburu kebutuhan Lebaran. Namun, hingga H-21, kondisi masih lesu, dan daya beli masyarakat tampak melemah.
Suri, seorang pedagang ayam, menyebut harga ayam ras turun dari Rp37.000-Rp38.000 per kilogram menjadi Rp34.000-Rp35.000 per kilogram. Sayangnya, meskipun harga lebih murah, jumlah pembeli tetap tak bertambah.
“Biasanya seminggu setelah Ramadan pasar mulai ramai, tapi sekarang masih sepi. Harga ayam sudah turun, tapi pembelinya tetap sedikit,” katanya saat diwawancarai Berita Sampit, Rabu 12 Maret 2025 dini hari.
Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp110.000 per kilogram.
Namun, menurut pedagang cabai, Syahriansyah, permintaan masih belum meningkat.
“Harga sudah turun, tapi pembeli tetap kurang. Biasanya menjelang Lebaran orang sudah mulai banyak belanja,” ujarnya.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih saat ini berkisar Rp45.000 per kilogram.
Pedagang bawang, Darus, mengatakan bahwa harga tersebut masih stabil meskipun permintaan belum tinggi.
Faktor cuaca diduga menjadi salah satu penyebab pasar masih sepi. Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir, yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Para pedagang berharap dalam dua minggu ke depan, aktivitas di pasar kembali meningkat seiring dengan persiapan masyarakat menyambut Idulfitri.
(Sya'ban)












