PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak cuaca ekstrem, seperti hujan yang masih sering terjadi, serta musim kemarau basah yang diprediksi akan berlangsung pada tahun 2025.
Dikatakan, pentingnya langkah antisipatif guna mengurangi risiko bencana yang dapat berdampak pada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak.
Bupati Ahmad Rifa'i juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah. Ia juga mengapresiasi upaya BPBD dalam menjaga kesiapsiagaan dengan memastikan alat-alat pendukung penanggulangan bencana dalam kondisi optimal.
“Koordinasi antar instansi dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan guna mengurangi risiko bencana serta mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat,” tegasnya, Kamis 13 Maret 2025.
Bupati Pulang Pisau menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung upaya BPBD dalam menanggulangi bencana di wilayahnya. Ia juga menginstruksikan agar setiap instansi terkait bekerja sama dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem, termasuk menyiapkan skema penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak. Dengan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan Kabupaten Pulang Pisau dapat menghadapi musim kemarau dan potensi bencana dengan lebih baik.
Kesiapsiagaan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan cuaca di tahun 2025. Dengan sinergi antara pemerintah, BPBD, serta masyarakat, diharapkan penanganan bencana di Kabupaten Pulang Pisau dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif guna melindungi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana, terutama banjir yang kerap melanda Kecamatan Sebangau Kuala dan Kecamatan Jabiren Raya. Kedua kecamatan tersebut menjadi fokus utama dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana mengingat sejarah kejadian banjir yang sering terjadi di daerah itu.
“BPBD akan mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk logistik dan tenaga relawan, untuk menghadapi potensi banjir di dua wilayah tersebut,” beber Osa.
Selain kesiapsiagaan menghadapi banjir, Osa katakan bahwa BPBD juga telah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan bencana lainnya, seperti penyediaan posko darurat, peralatan evakuasi, serta sistem peringatan dini bagi masyarakat. BPBD juga terus meningkatkan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat lebih sigap dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. (ds)












