SAMPIT – Hujan deras yang mengguyur Sampit selama tiga hari berturut-turut membawa dampak serius bagi sektor pertanian. Sejumlah lahan perkebunan sayur terendam banjir, menyebabkan para petani mengalami gagal panen. Akibatnya, harga sayur-sayuran di pasar tradisional naik drastis dan mulai dikeluhkan oleh pedagang maupun konsumen.
Misnaiah, salah satu pedagang sayur di pasar Sampit, mengatakan bahwa banjir yang melanda lahan-lahan sayur, terutama di kawasan pinggiran kota, menyebabkan pasokan menjadi terbatas.
“Harganya naik karena hujan lebat selama tiga hari beruntun kemarin. Banyak sayur yang busuk dan gagal panen,” ucap Misnaiah, Kamis 20 Maret 2025.
Harga sayur sawi satu ikat besar bisa mencapai Rp25 ribu sampai Rp40 ribu yang sebelumnya harga sayur sawi tergolong murah di kisaran harga Rp10 ribu.
“Kalau tidak gagal panen, harga sawi biasanya Rp10 ribu satu ikat besar nya,” ujarnya.
Selain harga sayur sawi, sayuran lainnya seperti bayam dan kangkung juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar.
“Kangkung dari Rp2 ribu satu ikat nya jadi Rp7 ribu, dan bayam sekarang naik jadi Rp5 ribu,” katanya.
Misnaiah mengungkapkan kalau kenaikan harga sayur bukan karena tergantung hari tertentu, meliankan karena cuaca khususnya pada saat hujan yang bisa mengakibatkan banjir sehingga tanaman menjadi busuk atau gagal panen.
(Oktavianto)












