PALANGKA RAYA – Berbagai macam makanan dan minuman khas selalu tersaji saat Hari Raya Idulfitri, mulai dari makanan manis, pedas, hingga berlemak.
Namun, masyarakat diimbau untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya demi menjaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, mengingatkan bahwa makanan dan minuman yang banyak dikonsumsi saat Lebaran, terutama yang tinggi gula dan lemak, dapat berdampak pada kesehatan jika tidak dikontrol.
“Saat hari raya biasanya makanan berlimpah, termasuk minuman manis dan kue kering. Keduanya mengandung banyak gula dengan indeks glikemik tinggi. Begitu dikonsumsi, kadar gula darah bisa melonjak dengan cepat,” ujar Suyuti saat dihubungi Berita Sampit melalui WhatsApp, Selasa 25 Maret 2025.
Beberapa makanan khas Lebaran yang tinggi gula dan lemak antara lain kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, dan kue lapis.
Selain itu, ada hidangan berat seperti opor ayam, rendang, gulai, dan lontong sayur yang kaya santan serta lemak.
Sementara minuman manis yang sering dikonsumsi adalah es sirup, es buah, soda, dan berbagai olahan minuman bersantan seperti cendol dan es teler.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula tanpa kontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, hingga masalah ginjal.
Selain itu, pola makan berlebihan juga menyebabkan asupan kalori yang sangat tinggi.
Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga, kelebihan kalori ini akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak yang berujung pada obesitas.
“Oleh karena itu, penting untuk mengontrol konsumsi makanan saat Lebaran, menghindari makanan terlalu manis atau berlemak dalam jumlah banyak, serta tetap menjaga aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat,” imbaunya.
Masyarakat pun diharapkan lebih bijak dalam menikmati hidangan Lebaran agar tetap sehat dan bugar setelah perayaan Idulfitri.
(Sya'ban)












