PULANG PISAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau terus berupaya memperkuat program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mini Dinas Kesehatan Pulang Pisau, Selasa 25 Maret 2025, dan dihadiri oleh pengelola program TB dari puskesmas dan RSUD Pulang Pisau.
Pertemuan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina, didampingi Kabid P2P Mimiwati, SKM, menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi, Soni Purwanto, SKM, M.Epid. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja program TB sepanjang tahun lalu, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi baru agar capaian program di tahun 2025 lebih maksimal.
Dalam sambutannya, dr. Pande Putu Gina menegaskan bahwa capaian program TB saat ini masih di bawah target.
“Penemuan kasus, pengobatan, dan pencegahan penularan masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Kita harus bekerja lebih keras agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya. Treatment Coverage (cakupan penemuan kasus TB), pemeriksaan terduga TB (SPM), serta Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah masih belum optimal, sehingga strategi baru harus segera diterapkan.
Ia juga menyoroti bahwa eliminasi TB di Indonesia ditargetkan tercapai pada 2030 dengan indikator utama yaitu penemuan kasus TB lebih dari 90 persen, tingkat keberhasilan pengobatan lebih dari 90 persen, serta Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah mencapai lebih dari 80 persen. Selain itu, capaian pemeriksaan terduga TB ditargetkan 100 persen sebagai bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten/Kota.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan TB adalah penjaringan suspek atau terduga TB. Menurut dr. Pande, upaya ini sangat krusial karena menjadi indikator penting dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). “Jika penjaringan suspek TB tidak maksimal, maka penemuan kasus dan pengobatan pun akan terhambat. Oleh karena itu, strategi penjangkauan harus lebih agresif dan efektif,” jelasnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, dapat bekerja lebih optimal dalam mendukung program eliminasi TB. Dengan kerja sama yang solid dan strategi yang tepat, Kabupaten Pulang Pisau menargetkan peningkatan signifikan dalam penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan pencegahan TB di tahun 2025. (ds)












