SUKAMARA – Program budidaya udang vaname atau Shrimp Estate Berkah yang berlokasi di Desa Sei Raja, Sukamara, menunjukkan hasil positif.
Dalam siklus kedua, Jumat 4 April 2025, kawasan ini berhasil menghasilkan 20,25 ton udang vaname melalui panen parsial yang dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Darliansjah, mengungkapkan bahwa hasil ini merupakan bukti konkret bahwa pengembangan shrimp estate berada di jalur yang tepat.
“Hasil panen parsial mencapai lebih dari 20 ton, dan ini menunjukkan kinerja produksi udang kita terus membaik,” katanya.
Menurut Darliansjah, program ini tidak hanya penting secara ekonomi, tapi juga strategis dalam mendorong pemanfaatan potensi perikanan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Shrimp estate disebutnya menjadi salah satu bentuk konkret dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan langsung Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, yang memberi perhatian penuh terhadap program berbasis potensi lokal.
“Dengan komitmen dari Gubernur, kami optimis kawasan ini bisa berkembang jadi sentra udang yang bisa bersaing secara nasional,” ujar Darliansjah.
Program Shrimp Estate Berkah ini masuk dalam kegiatan prioritas Pemprov Kalteng, terutama dalam kerangka besar Program Betang Makmur yang merupakan bagian dari visi pembangunan daerah melalui pendekatan Huma Betang.
Selain menyumbang peningkatan pendapatan nelayan dan petani tambak lokal, kawasan ini juga ditargetkan mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat produksi udang vaname yang berorientasi ekspor.
Darliansjah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis dan penguatan manajemen budidaya untuk menjamin produktivitas jangka panjang.
“Kami ingin ini bukan hanya program sesaat, tapi benar-benar menjadi ekosistem ekonomi baru di wilayah pesisir Kalteng,” pungkasnya.
(Sya'ban)












